Sabtu, 27 Juni 2009 23:35 WIB Ah Tenane Share :

Tiwas kepenaken

27koploPucuk dicinta ulam tiba. Ketika Tom Gembus lagi leyeh-leyeh sendirian istirahat di kantor sehabis kerja bakti hari Jumat, e… njedhul dua bocah sales minyak urut.

”Minyak urut Pak, tokcer hilangkan pegal linu, apalagi habis kerja bakti, bisa coba kok,” rayu petugas sales itu. Dasar Tom Gembus lagi penat badannya langsung saja mapan duduk untuk dipijet dan diurut dengan minyak ramuannya. ”Mumpung gratis,” gitu pikirnya. Lagi enak liyer-liyer dipijet masuklah Jon Koplo dan Lady Cempluk. Begitu melihat Tom Gembus kelihatan penak dipijet, Jon Koplo tergelitik untuk mencoba.

Lady Cempluk yang semula cuek dan asyik bekerja akhirnya tergoda juga mencoba setelah ditawari petugas sales yang selesai mijet Tom Gembus.

”Kalau untuk perempuan yang dipijet kaki saja, Bu. Ramuan ini terbuat dari jamur hitam yang tumbuh hanya di Madura dan Arab, jadi khasiatnya dijamin tokcer, Bu!” promo si sales sambil mijet kaki Lady Cempluk. Lady Cempluk cuma manggut-manggut karena kepenaken dipijet.

”Terus berapa harga minyaknya?” tanya Lady Cempluk.

“Untuk per satu cc Rp 25.000, Bu,” jawabnya.

Berita pijet gratis menyebar seantero kantor. Tambah tiga orang menyusul minta pijat di ruang itu.
Tidak tahunya, Jon Koplo selesai dipijet langsung ditodong uang untuk membayar biaya pijat. Mak jenggirat… Jon Koplo cs kaget bukan kepalang. Akhirnya masing-masing kena Rp 50.000, kecuali Jon Koplo kena Rp 100.000 karena menghabiskan 4 cc. Total jenderal, hari itu si penjual minyak meraup uang Rp 300.000 dari karyawan di kantor itu.

Yang begja Lady Cempluk karena dia ikut rapat yang tak kunjung selesai. Sehingga, dia selamat dari tagihan. ”He he he… bejaku Rp 50.000 selamat gara-gara rapat,” batin Lady Cempluk. Weleh… weleh…, tiwas keenakan, jebule kon mbayar.

Kiriman Jati W, d/a Kantor Camat Sawit, Ngumbul, Sawit, Boyolali.

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…