Sabtu, 27 Juni 2009 20:04 WIB Pendidikan Share :

Tak bisa kembalikan formulir, panitia SNMPTN jemput bola

Solo (Espos)–Panitia Lokal 44 (UNS) SNMPTN memberikan pelayanan jemput bola bagi calon mahasiswa yang tidak bisa mengembalikan formulir karena sakit. Langkah itu ditempuh lantaran pengembalian formulir tidak bisa diwakilkan.

Ketua Seksi Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Drs Sutarno S Sos saat ditemui wartawan, Sabtu (27/6), mengatakan setidaknya ada dua calon mahasiswa yakni Dewi Mardiyah Kurniasari dari SMAN 4 Solo dan Rizky Novitasari dari SMAN 7 yang tidak bisa mengembalikan formulir lantaran sedang dirawat di rumah sakit (RS). Dewi diketahui hingga kini masih dirawat di RS Islam Yarsis karena mengalami kecelakaan, sedangkan Rizky dirawat di RS PKU Muhammadiyah lantaran terserang demam berdarah dengue (DBD).

Lebih lanjut, Sutarno menjelaskan, sebenarnya ada empat orangtua calon mahasiswa yang mendatangi panitia pada saat jadwal pengembalian formulir SNMPTN anaknya. Orangtua calon mahasiswa itu meminta panitia memberikan tolenransi perpanjangan waktu lantaran pengembalian formulir anaknya tidak bisa diwakilkan.

Menurutnya, panitia memberikan pelayanan khusus bagi calon mahasiswa yang sakit pada hari terakhir pengembalian formulir, yakni Sabtu. Akan tetapi, sebanyak dua dari empat siswa itu diketahui belum sembuh dari sakitnya sehingga tetap tidak bisa mengembalikan formulir pada hari itu.

“Setelah kami konfirmasi melalui telepon ternyata dua anak itu masih dirawat di RS, sedangkan yang dua anak lagi sudah sembuh sehingga bisa mengembalikan formulir,” papar Sutarno.

Sutarno menambahkan, sesuai prosedur yang harus ditempuh, pengembalian formulir SNMPTN tidak bisa diwakilkan lantaran calon mahasiswa itu harus melengkapi serangkaian administrasi. Serangkaian administrasi itu antara lain, pembubuhan cap jempol tangan kiri, tanda tangan, mencocokkan dokumen surat keterangan hasil ujian (SKHU), pencocokan foto, dan lain-lain. Dengan demikian, pihaknya akan melakukan pelayanan jemput bola ke masing-masing RS di mana kedua calon mahasiswa itu dirawat.

Selain pelayanan jemput bola untuk proses administrasi, panitia juga bisa memberikan pelayanan jemput bola untuk ujian SNMPTN ke RS jika kedua siswa itu belum juga sembuh pada saat hari H.

“Akan kami lihat dulu kondisi kedua calon mahasiswa itu bagaimana nanti? Kalau menurut dokter memungkinkan mengikuti ujian ya tidak masalah. Panitia akan memberikan pelayanan ujian SNMPTN dengan jemput bola,” pungkasnya.

m82

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…