Sabtu, 27 Juni 2009 20:07 WIB Solo Share :

Pengamanan pasar Windujenar tak libatkan warga sekitar

Solo (Espos)–Warga Kelurahan Keprabon, Banjarsari yang berada di sekitar Pasar Windu Jenar ternyata selama ini tak dilibatkan sama sekali dalam pengelolaan keamanan pasar. Hal itulah yang ditengarai menjadi salah satu faktor lemahnya kontrol keamanan pasar yang belum genap setahun ini direnovasi.

Sejumlah Linmas setempat mengatakan, warga sekitar dan Linmas memang tak terlibat sama sekali dalam memantau dan menjaga bangunan Pasar Windu Jenar. Kondisi itu membuat warga merasa tak memiliki dan tak bertanggungjawab terhadap sejumlah aset dan fasilitas pasar tersebut. Sehingga, ketika terjadi kasus pembobolan dan pengrusakan atas sejumlah fasilitas dan aset pasar, maka warga pun mengebirinya.

“Baru-baru ini saja, Linmas setempat ditugaskan setelah kasus pencurian dan pengrusakan pasar kian tak terkendali. Namun, kan sudah telanjur parah. Kenapa tak dari dulu melibatkan warga dan Linmas setempat,” papar salah satu Linmas, Maliki saat ditemui Espos di kelurahan setempat, Sabtu (27/6).

Selama ini, lanjutnya, yang menjaga dan mengawasi Pasar Windu Jenar ialah Satpam pasar. Meski demikian, dengan keterbatasan tenaga, waktu serta daya jangkau Satpam, maka keberadaan Satpam seolah tak begitu berarti untuk menjaga pasar dari ulah tangan-tangan tak bertangungjawab. Sehingga raibnya sejumlah aset dan fasilitas pasar, paparnya, seolah menyadarkan Pemkot bahwa pamswakarsa menjadi keamanan yang sangat urgen.

“Mestinya, keamanan itu sesuai dengan falsafah orang Jawa yakni pagar mangkok. Artinya, keamanan yang benar-benar memberdayakan dan merangkul warga sekitar. Karena, merekalah yang sebenarnya pengaman sejati,” paparnya.

Lurah Keprabon, Hery Mulyono menjelaskan, pihaknya sebenarnya mengaku dilematis terkait keberadaan keamanan Pasar Windu Jenar itu. Pasalnya, secara tugas pokok dan fungsi (Tupoksi), maka keamanan pasar menjadi wewenang Dinas Pasar Pemkot Solo.
Namun, jika melihat keberadaan pasar yang berada di dalam Kelurahan Keprabon, semestinya warga atau Linmas sekitar juga mengawasinya.

“Namun, kalau kami melangkah dulu tanpa ada petunjuk dari Dinas Pasar, ntar tak sesuai dengan Tupoksi. Padahal, tanpa tenaga Linmas setempat, ternyata keamanan pasar sangat rentan,” paparnya.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, fasilitas dan aset Pasar Windu Jenar mulai dibobol dan dirusak oleh tangan-tangan tak bertanggungjawab. Pemkot akhirnya menerjunkan Linsus, Satpol PP, hingga Linmas setempat lantaran kerusakan dan pencurian kian tak terkendali.

asa

lowongan pekerjaan
PT.SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…