Soloraya
Sabtu, 27 Juni 2009 - 20:05 WIB

Pemusnahan obat ada kejanggalan, inspektorat diminta turun tangan

Redaksi Solopos.com  /  Ahmad Mufid Aryono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Sukoharjo (Espos)–Komisi IV meminta Inspektorat Kabupaten Sukoharjo segera menyelidiki pelaksanaan pemusnahan obat kedaluarsa di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) lantaran ditemukannya empat kejanggalan dalam berita acara.

Demikian rekomendasi Komisi IV dalam acara pemanggilan DKK di Gedung Dewan, Sabtu (27/6).
Pemanggilan tersebut dilakukan lantaran Komisi IV menemukan sedikitnya empat kejanggalan dalam berita acara tentang pemusnahan obat kedaluarsa yang dilakukan DKK setahun lalu. Hadir dalam acara pemanggilan tersebut, seluruh pejabat DKK, pejabat yang bertanggung jawab atas gudang farmasi serta Inspektorat.

Advertisement

Ketua Komisi IV Sukoharjo, Dwi Jatmoko mengatakan, ada sejumlah kejanggalan yang ditemukan pihaknya saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di gudang farmasi beberapa pekan lalu. Kejanggalan tersebut berkaitan dengan waktu, lokasi serta petugas pemusnahan obat.

“Memang ada beberapa kejanggalan yang kami temukan dalam berita acara pemusnahan obat kedaluarsa,” jelasnya ketika dijumpai wartawan seusai pemanggilan, Sabtu. Berawal dari prasangka baik, Komisi IV menilai kejanggalan tersebut lebih disebabkan karena kekacauan sistem administrasi. Bukan lantaran pemusnahan obat kedaluarsa belum dilakukan oleh DKK.

Kejanggalan pertama, lanjut Dwi, adalah tanggal pemusnahan obat. Menurut Kepala DKK, Suryono, pemusnahan obat kedaluarsa dilakukan pada 13 Oktober 2008. Namun demikian di berita acara tertulis pemusnahan obat kedaluarsa dilakukan dalam tiga tahap yaitu 11, 12, dan 13 Oktober 2008.

Advertisement

Kejanggalan kedua, sambung Suryono, mengenai lokasi pelaksanaan pemusnahan obat. Dwi menerangkan, dalam berita acara ditulis pemusnahan obat kedaluarsa dilakukan di Kantor DKK. Namun sebaliknya Kepala DKK mengklarifikasi dalam pertemuan di hari itu bahwa lokasi pemusnahan obat kedaluarsa dilakukan di Badan Rumah Sakit Umum Daerah (BPRSUD).

aps

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif