Sabtu, 27 Juni 2009 20:03 WIB Boyolali Share :

KPU kekurangan gudang untuk simpan surat suara Pileg

Boyolali (Espos)–KPU Kabupaten Boyolali kekurangan tempat untuk menyimpan surat suara bekas Pemilu Legislatif (Pilleg) kemarin. Jumlah surat suara tak terpakai itu mencapai 2.878 karung.

Sementara ini surat suara itu disimpan di halaman depan kantor KPU dan halaman depan Aula Gedung KPU. Ruang dalam aula telah penuh untuk menyimpan logitik Pilpres berupa kotak suara dan bilik suara.

KPU belum bisa mengambil langkah lebih lanjut menyangkut logistik sisa tersebut selain mengumpulkan dan memasukannya ke dalam karung berdasarkan TPS, karena belum ada petunjuk dari KPU pusat. Berdasarkan pengalaman Pemilu sebelumnya, surat suara sisa itu kemungkinanĀ  dilelang.

Anggota KPU dari Divisi Logistik dan Organisasi, Iman Firmasnyah, mengakui keberadaan surat suara di halaman depan kantor KPU sangat menganggu pandangan dan mengurangi estetika. Namun ia juga mengakui pihaknya belum bisa berbuat banyak karena tidak ada lokasi lain untuk menyimpannya.

“KPU Pusat sementara ini baru memerintahkan kami untuk mengeluarkan surat suara itu dari kotak suara karena akan dipakai untuk Pilpres. Selanjutkan diapakan surat suara itu, belum ada petunjuk lebih lanjut,” ujarnya Jumat (26/6).

Hal senada diutarakan anggota KPU lainnya, Purwanto. Anggota Divisi Hukum ini mengatakan perlu dicarikan tempat lain untuk menyimpan surat suara sisa. Di tempat penyimpanan yang digunakan saat ini surat suara sisa rawan terkena air hujan karena tidak tertutup sepenuhnya.

“Kalau sudah basah, harganya jatuh, tidak bernilai lagi,” ujar Purwanto.

kha

lowongan pekerjaan
dr. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…