Sabtu, 27 Juni 2009 16:54 WIB News,Haji Share :

BPOM
Vaksin meningitis bersentuhan dengan unsur babi

Jakarta–Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pusat Husniah Rubiana Thamrin membenarkan dalam proses pembuatan vaksin meningitis yang diwajibkan untuk calon jamaah haji, bersentuhan dengan unsur babi

“Dari hasil pemeriksaan kami dan evaluasi yang dilakukan, pada proses pembuatan vaksin meningitis memang benar bersentuhan dengan unsur babi,” katanya, di Jakarta, Sabtu (27/6).

Sementara dari hasil pemeriksaan dengan menggunakan alat canggih, katanya, vaksin meningitis tidak lagi terdapat unsur babi karena sudah melalui proses ekstraksi.

“Hanya saja, dari fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), terhadap produk yang dalam proses produksinya bersentuhan dengan bahan haram, adalah haram,” kata Husniah.

Ia mengatakan vaksin yang digunakan oleh seluruh jamaah haji di 77 negara Islam di dunia adalah vaksin yang sama.

“Di Malaysia, vaksin ini difatwakan halal. Namun kita harus menghargai fatwa MUI,”  katanya.

Ia mengaku pernah bertemu dengan pihak BPOM Arab Saudi dan menawarkan Indonesia bisa membuat berbagai vaksin.

“Mereka mengatakan, negeri Arab sudah mengimpor dari Amerika dan Eropa. Pihak BPOM Arab juga mengatakan sangat menghargai terjadinya perbedaan fatwa di masing-masing negara terhadap vaksin meningitis,” kata Husniah.

Ia mengatakan, Indonesia merupakan satu dari 20 negara di dunia yang bisa memproduksi vaksin.

“Kita memiliki biofarma yang bisa memproduksi berbagai vaksin. Jadi tidak benar kita beli vaksin dari Malaysia,” katanya

Menurut Anna Priangani, dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI, memang benar dalam proses pembuatan vaksin meningitis menggunakan bahan media dari lemak babi (gliserol).

Ia mengatakan, pihaknya pernah mendapat undangan dari pihak Depkes untuk mendengarkan proses pembuatan vaksin meningitis dari produsennya, perusahan asal Belgia.

“Pihak perusahaan mengaku dalam proses pembuatan vaksin meningitis tidak ada persinggungan dengan enzim babi. Mereka juga mengatakan, vaksin yang sama juga dipakai di 77 negara Islam di dunia,” kata Anna.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…