Jumat, 26 Juni 2009 16:32 WIB News Share :

Udju Djuhaeri mundur dari BPK

Jakarta–Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Udju Djuhaeri mengundurkan diri dari jabatannya terkait dengan dugaan keterlibatan dalam kasus dugaan terjadinya suap dalam proses pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada tahun 2004.

Plt Kepala Biro Humas dan Luar Negeri BPK, B. Dwita Pradana dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (26/6), menyebutkan, Ketua BPK RI telah menerima pengunduran diri Drs. Udju Djuhaeri dari keanggotaan BPK RI.

Surat pengunduran diri No. 18/ND/IX/6/2009 tanggal 19 Juni 2009 tersebut didasarkan pada ketentuan Pasal 18 huruf b Undang-undang No. 15 Tahun 2006 tentang BPK yang menetapkan bahwa Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota BPK diberhentikan dengan hormat dari jabatannya dengan Keputusan Presiden atas usul BPK karena permintaan sendiri.

Dwita menyebutkan, Sidang Pleno BPK RI pada awal pekan ini telah menyetujui pengunduran diri tersebut dan sesuai prosedur yang berlaku, Ketua BPK RI telah mengirimkan Surat No. 165/S/I-XIII/06/2009 tanggal 22 Juni 2009 kepada Presiden RI tentang usulan pemberhentian dengan hormat Drs. Udju Djuhaeri dari jabatannya sebagai Anggota BPK RI.

Untuk kelancaran pelaksanaan tugas BPK RI, semua tugas dan pekerjaan Udju Djuhaeri sebagai Anggota BPK telah diambil alih oleh Ketua BPK RI.

“Selanjutnya, kami berharap semua pihak menghormati proses hukum kasus ini yang sedang berjalan,” kata Dwita.

ant/fid

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…