Jumat, 26 Juni 2009 16:26 WIB Wonogiri Share :

Terkait jaringan SUTT, 11 Warga minta relokasi

Wonogiri (Espos)–Pro dan kontra pemasangan jaringan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) di Jatibedug, Purworejo berbuntut penolakan sebelas warga. Mereka minta direlokasi jika pembangunan jaringan itu tetap dilaksanakan.

Kendati sebelumnya warga telah mendapatkan sosialisasi dari PLN terkait rencana pembangunan transmisi jaringan 150 KV Wonogiri-Pacitan tersebut. Namun, warga tetap menolak jika pembangunan jaringan melintas di rumah warga. Menurut salah seorang warga RT 04/RW VII, Jatibedug, Purworejo, Gunawan, ada sebelas warga yang menolak terkait dengan pembangunan jaringan tersebut.

“Jika pembangunan  tetap dilaksanakan, kami meminta PLN dapat merelokasi rumah warga,” ungkap dia ketika dihubungi Espos, Jumat (26/6), di Wonogiri.

Dia mengatakan, meskipun jaringan tersebut akan dibangun 15 meter hingga 16 meter dari permukaan tanah, tetapi jika warga bermaksud untuk mendirikan bangunan bertingkat maka hal tersebut tidak mungkin dilakukan. Selain itu, pihaknya meyakini transmisi jaringan tersebut akan berdampak buruk bagi kesehatan warga dalam waktu jangka panjangnya.

“Hak warga untuk membangun rumah akan terbatas, untuk itu kami minta pindah saja,” jelasnya.

Selain itu, sambung dia, pembangunan transmisi tersebut akan berpengaruh harga tanah warga. Gunawan mengatakan, warga belum menyetujui rencana pembangunan jaringan tersebut, menurutnya PLN harus meminta izin kepada warga terlebih dahulu bukan kepada pemerintah.

“Yang penting urusan dengan warga selesai dulu, baru izin pemerintah bagaimana baiknya,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut Kepala Desa Purworejo, Slamet Suparmo, pihaknya belum menerima keberatan warga secara tertulis. Dia membenarkan ada beberapa warga yang merasa keberatan terkait dengan pembangunan jaringan tersebut, namun jumlahnya tidak mencapai belasan warga.

das

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…