Jumat, 26 Juni 2009 16:23 WIB Klaten Share :

Polisi sita 14 backhoe liar

Klaten (Espos)–Aparat Polres Klaten menyita sedikitnya 14 backhoe yang digunakan untuk aksi penambangan liar di wilayah lereng Merapi. Penyitaan dilakukan dalam razia penambangan liar yang digelar aparat mulai Rabu (24/6) malam hingga Jumat (26/6).

Dalam razia tersebut, petugas melakukan penyisiran terhadap aksi penambangan liar dari wilayah Desa Kemalang, Kemalang. Petugas menyisir sejumlah lokasi yang terindikasi tak memiliki izin penambangan.

Saat disisir, sejumlah lokasi penambangan yang diduga liar terlihat sepi dari aktivitas. Di sebagian besar lokasi, petugas hanya menemukan backhoe yang teronggok tak digunakan. Peralatan berat untuk penggalian tersebut ada yang disembunyikan di sejumlah lokasi, termasuk di permukiman penduduk.

Saat mendapati backhoe liar tersebut, petugas langsung menanyakan kepada warga siapa pemilik alat berat itu.

Namun, sebagian besar warga mengaku tak tahu menahu siapa pemiliknya. Razia yang dipimpin langsung Kapolres Klaten AKBP Tri Warno Atmojo tersebut akhirnya menyita backhoe kosong tersebut. Petugas juga langsung memasang police line di backhoe yang ada.

Kapolres mengatakan, aksi itu dilakukan untuk menertibkan penambang ilegal. Aksi penambangan yang ilegal menyebabkan lokasi lereng Merapi, yang semestinya menjadi kawasan hijau justru rusak.

Ditambahkan Kasatreskrim AKP Kurnia Hadi, petugas selain menyita backhoe juga mencari orang yang mengklaim menjadi pemilik lahan pertambangan tersebut. Dari hasil penyelidikan, petugas telah mengantongi lima calon tersangka. Namun kasat masih enggan menjelaskan nama para calon tersangka tersebut.

Kasat hanya memberikan inisial calon tersangka. Kelima penambang tersebut adalah D, A, R, H dan S. Mereka semua merupakan warga asli Klaten.

Polisi menemukan ada calon tersangka yang beroperasi ilegal, melakukan penambangan di luar wilayah yang diizinkan, hingga diindikasikan tersangka karena kabur ke luar daerah.

“Saya berusaha obyektif untuk penindakan ini. Kami melihat dari pemeriksaan data awal Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), sejauh mana keabsahan izin penambangan mereka itu,” jelasnya.

haa

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…