Jumat, 26 Juni 2009 16:44 WIB pilpres,Boyolali Share :

Kekurangan surat suara bertambah

Boyolali (Espos)–Jumlah kekurangan surat suara di Kabupaten Boyolali hingga Jumat (26/6) bertambah 689 lembar menjadi 2.326 lembar.Sementara penyortiran dan pelipatan surat suara dipastikan selesai paling lambat Minggu besok.

Anggota KPU dari Divisi Logistik dan Organisasi, Iman Firmasnyah, mengatakan jumlah kekurangan surat suara itu berdasarkan hasil penyortiran, Jumat. Masih sangat mungkin angka tersebut bertambah.
“Jumlah itu belum fix. Masih bisa berkembang, kami upayakan penyortiran dan pelipatan bisa selesai Sabtu paling lama Minggu,” tuturnya saat ditemui di kantor KPU Kabupaten Boyolali.

Jumlah surat suara yang seharusnya diterima KPU adalah 768.093 (jumlah DPT) plus 2 persen (cadangan) yakni 783.455 lembar. Meski jumlah kekurangan surat suara masih lebih kecil dari jumlah surat suara cadangan, namun pemilihan tetap tidak bisa dilakukan, mengacu pada aturan yang ada.

Penambahan surat suara yang kurang, jelasnya, masih menunggu kabar dari KPU pusat.

Kebutuhan logistik untuk penyelanggaraan Pilpres semuanya sudah diterima. Segel kotak suara yang datang belakangan, sudah diterima sejak dua hari lalu sebanyak 21.330 lembar.

Ditambahkannya dalam penyortiran dan pelipatan pekerja diminta untuk melakukannya dengan cermat dan penuh kehati-hatian. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi persoalan baru di kemudian hari akibat penyortiran dan pelipatan yang salah.

Sebanyak 70 pekerja diterjunkan untuk melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara yang dilakukan di Gedung PGRI Kabupaten Boyolali. Untuk setiap lembar surat suara yang dilipat, pekerja memperoleh upah Rp 35, setelah direvisi dari Rp 25/lembar.
Setelah penyortiran dan pelipatan selesai, sambung dia, akan dilakukan pengecekan kembali oleh PPK (Petugas Pemilihan Kecamatan) sebelum dimasukkan ke dalam kota suara untuk selanjut didistribusikan ke PPK hingga KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara).

kha

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…