Jumat, 26 Juni 2009 13:02 WIB Issue Share :

Jackson tinggalkan utang Rp 4 triliun

Los Angeles–Michael Jackson selain penyanyi juga sebagai pengusaha dengan aset miliaran dollar AS. Namun, setelah menjual lebih dari 61 juta album di AS saja dan memiliki taman hiburan Disney, sang “Raja Pop” itu meninggal dunia pada usia 50 tahun, Kamis (25/6), dengan meninggalkan utang sekitar 400 juta dollar AS (Rp 4 Triliun).

Itu semua buah dari serentetan skandal yang mendera Jackson dalam beberapa dekade terakhir.

Jackson menikmati puncak kejayaan ketika menelurkan album solo kedua bertitel Thriller pada 1982. Album ini disebut-sebut sebagai album paling laris sepanjang masa di AS. Lima tahun kemudian, Bad terjual 22 juta kopi. Pada 1991, dia meneken kontrak 65 juta dollar AS dengan Sony.

Jackson makin terkenal setelah memiliki The Walt Disney Co pada 1986. Salah satu langkah bisnis paling cerdas diambil Jackson ketika mengakuisi ATV Music. Perusahaan ini memiliki hak cipta lagu-lagu yang ditulis pentolan The Beatles, John Lennon dan Paul McCartney.

Dia kemudian membeli Neverland ranch pada 1988 seharga 14,6 juta dollar AS. Properti seluas 1.000 hektar di wilayah perbukitan Santa Barbara County. Namun, ranch itu seolah menjadi malapetaka bagi Jackson ketika dia dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap bocah 13 tahun, Jordan Chandler, di ranch tersebut.

“Itu semacam pertanda kejatuhan (Michael Jackson) dalam segi keuangan, emosi, spiritual, psikologi, dan hukum,” kata Michael Levine, staf publikasi Jackson kepada Associated Press. Dia harus membayar sekitar 20 juta dollar AS kepada keluarga bocah itu agar menghentikan tuntutannya di pengadilan. Namun, sejumlah tuduhan pedofilia kembali menerpa Jackson pada kemudian hari.

Ketika Jackson mengalami masalah keuangan, dia menyepakati merger antara ATV dan Sony pada 1995 senilai 95 juta dollar. Kemudian pada 2001, dia menggunakan setengah aset ATV sebagai jaminan utang 200 juta dollar dari Bank of America.

Saat masalah keuangan terus mendera, Jackson mulai meminjam sejumlah uang. Informasi itu terungkap dalam gugatan Union Finance & Investment Corp pada 2002 kepada Jackson yang dituduh tidak membayar tanggungan sebesar 12 juta dollar.

Pada 2003, Jackson ditangkap dengan tuduhan melakukan pelecehan seksual kepada bocah 13 tahun. Masalah ini memaksa Jackson kembali menghabiskan banyak uang. Salah satu akuntan mengatakan, Jackson membelanjakan 20 juta dollar AS hingga 30 juta dollar AS per tahun, sedangkan pendapatannya terus berkurang.

Pada Maret 2008, ranch Jackson di Neverland ditutup oleh pemerintah. Dia juga dilaporkan beberapa kali gagal melunasi hipotek rumah keluarganya di Los Angeles. Sebagai tambahan, dia harus menghadapi serangkaian gugatan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk gugatan 7 juta dollar dari Sheik Abdulla bin Hamad Al Khalifa, putra kedua raja Bahrain.

Kompas/fid

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Sibuk Main Ponsel, Perempuan Ini Jatuh dari Jembatan Penyeberangan

Sebuah kisah tragis menimpa perempuan Tiongkok yang terlalu sibuk bermain ponsel saat berada di jembatan penyeberangan. Solopos.com, SUZHOU – Penggunaan ponsel yang berlebihan bisa berbahaya. Hal ini terbukti pada perempuan asal Kota Anhui, Shuzou, Tiongkok. Perempuan yang tak diungkap identitasnya…