Kamis, 25 Juni 2009 17:24 WIB Sragen Share :

Sambut kedatangan SBY, ribuan siswa ditarik Pungli

Sragen (Espos)–Ribuan pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA dan sederajatnya di wilayah Kabupaten Sragen dilaporkan telah ditarik pungutan liar (Pungli) antara Rp 1.000 hingga Rp 2.500 per siswa.

Tarikan tersebut diduga dilakukan guna menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dijadwalkan bakal meresmikan Technopark Sasana Ganesha Sukowati akhir bulan ini.

Bahkan, iuran yang terkesan seperti dipaksakan itu oleh pihak sekolah kemudian diambilkan dari dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) lantaran para siswa sudah memasuki masa liburan.

Adanya tarikan iuran untuk pelajar ini diungkapkan oleh Ketua Lembaga Pengkajian Agama dan Masyarakat (LPAM) Sragen, Eko Wijiyono, kepada wartawan Kamis (25/6).

Penarikan iuran bagi pelajar dalam rangka menyambut Presiden SBY ini merupakan upaya sistematis yang melibatkan para pejabat.

“Kami sudah menerima banyak laporan dari beberapa sekolah yang mengeluhkan adanya iuran ini. Kami menduga semua sekolah baik negeri maupun swasta semuanya ditarik iuran,” ungkapnya.

Ironisnya, dia menambahkan untuk membayar tarikan itu beberapa sekolah malah mengambil dari uang BOS dulu. Menurut Eko, tarikan iuran secara sistematis ini diketahui setelah pihak Dinas Pendidikan setempat mengumpulkan para kepala sekolah beberapa waktu lalu.

Saat dikumpulkan itu, jelas Eko, para kepala sekolah dimintai tolong untuk menyetorkan iuran dihitung berdasar jumlah siswa. Untuk jenjang SD, setiap siswa dibebani iuran sebesar Rp 1.000, SMP Rp 2.000 dan tingkat SMA Rp 2.500 per siswa.

“Bayangkan saja ada berapa ratus ribu jumlah siswa di Sragen. Dan uang yang terkumpul juga ada ratusan juta rupiah,” jelasnya.

Tidak hanya menarik iuran untuk sekolah, Eko juga mensinyalir tarikan serupa juga dimintakan kepada sejumlah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang ada di lingkungan Pemkab Sragen.

isw

lowongan pekerjaan
BPR BINSANI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…