Kamis, 25 Juni 2009 12:01 WIB Haji Share :

MUI minta penjelasan komposisi vaksin meningitis

Pekalongan–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, minta penjelasan dari Dinas Kesehatan setempat terkait komposisi dan proses pembuatan vaksin meningitis yang digunakan sebagai syarat kelengkapan kesehatan para calon haji.

“Untuk menghindari kebingungan para calon haji, kami minta dinas terkait menjelaskan kandungan dan pembuatan vaksin itu,” kata Ketua MUI Kabupaten Pekalongan, Khotim Muhamad di Pekalongan, Kamis (25/6).

Hingga kini MUI Kabupaten Pekalongan, katanya, belum mengambil keputusan vaksin meningitis haram atau halal karena sifatnya masih membingungkan.

“Masalah itu, kami masih menunggu keputusan dari MUI Pusat. Namun saya kira masalah itu akan ada penyelesaian,” katanya.

Ia meminta kepada para calon haji untuk tidak panik menyikapi masalah itu, apalagi pemberangkatan ke tanah suci Mekkah masih lama. “Kami harapkan calon haji jangan panik dan tunggu saja hasil keputusannya nanti,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan, Hasyim Purwadi mengatakan, sampai saat ini, pihak Dinkes masih menunggu keputusan MUI Pusat.

Pihak Dinkes, katanya, sudah menyerahkan hasil kajiannya dan keterangan dari produsen terhadap kondisi vaksin terakhir.

“Namun, menyoal masalah haram atau halalnya, kami tidak bisa menjawab dan masih menunggu keputusan MUI,” katanya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…