Kamis, 25 Juni 2009 18:13 WIB News Share :

Menkes minta lurah pasang daftar penerima Jamkesmas

Grobogan (Espos)–Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari menyatakan, guna mengantisipasi adanya warga yang mampu namun mengaku miskin untuk mendapatkan kartu Jamkesmas, Lurah diminta memasang daftar nama penerima kartu tersebut.

“Saya minta ke lurah/Kades untuk memasang nama siapa saja yang mendapat kartu Jamkesmas, biar masyarakat yang mengoreksi sehingga warga mampu yang mengaku miskin bisa diprotes. Pak lurah juga harus cek lagi,” ujar Menkes Siti Fadilah Supari saat berada di RSU PKU Muhammadiyah Gubug, Kabupaten Grobogan, Kamis (25/6).

Pernyataan Menkes tersebut juga untuk menanggapi pertanyaan Wabup Grobogan H Icek Baskoro SH yang menanyakan kuota warga miskin penerima Jamkesmas di tahun 2005 dan tahun 2000 ada perbedaan.

Menurut Menkes, jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) untuk warga miskin itu  merupakan pogram pemerintah pusat. Sedang kuota Jamkesmas ditentukan berdasarkan catatan warga miskin yang disampaikan oleh bupati/walikota.

“Kalau ternyata jumlah warga miskin penerima Jamkesmas di tahun 2005 di Kabupaten Grobogan lebih sedikit dari yang diusulkan tahun sekarang maka artinya Bupati telah menambah kemiskinan. Karena pada dasarnya secara nasional kemiskinan di negara ini turun,” jelas Menkes.

rif

lowongan pekerjaan
dr. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…