Kamis, 25 Juni 2009 15:20 WIB News,Feature Share :

KPU pastikan tak gunakan KTP untuk memilih

Jakarta–Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan tidak akan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mengakomodasi pemilih yang tidak terdaftar. KPU juga tidak akan mengusulkan Perpu untuk itu karena menganggapnya terlalu berbahaya.

“Ada, dibicarakan, tapi sulit. Tapi kesimpulannya kita tidak mengusulkan Perpu karena berbahaya. Itu berbahaya, bahaya luar biasa. KPU bisa dituduh macam-macam,” kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (25/6).

Meski bertujuan baik, tapi Hafiz beranggapan penggunaan KTP bisa menjadi bumerang bagi KPU. Sebab bisa jadi orang memiliki lebih dari 1 KTP. “Tujuannya bagus, tapi kalau orang punya KTP sampai lima, KPU yang dituding,” tegasnya.

Selain itu KPU juga akan menghadapi kesulitan terkait penyediaan logistik. Mengingat di undang-undang jumlah logistik dibatasi sesuai jumlah DPT plus 2 persen, dikhawatirkan terjadi kelangkaan logistik jika pemilih yang tidak terdaftar di DPT menggunakan hak suaranya.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…