Kamis, 25 Juni 2009 18:35 WIB Solo Share :

Januari-Juni, 6 Orang tewas akibat DBD

Solo (Espos)–Sebanyak enam orang dilaporkan meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kota Solo sepanjang Januari-Juni 2009. Data dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo menyebut semua korban DBD tersebut adalah anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Jumlah kasus DBD sendiri, menurut Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan DKK Solo, Titiek Kadarsih, dari Januari sampai Juni, tercatat sebanyak 383 kasus. Jumlah kasus tersebut menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu sebanyak 679 kasus.

“Berdasarkan siklus lima tahunan yang terjadi di Solo selama ini, bulan Mei dan Juni ini adalah puncaknya penyebaran DBD. Jadi mestinya setelah ini jumlah kasusnya menurun dan diharapkan tak ada lagi kematian akibat DBD,” ungkap Titiek, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (25/6).

Dia menambahkan, sepanjang 2008 lalu, jumlah kematian akibat DBD mencapai 12 orang.
Diakui Titiek, angka kejadian atau insiden rate DBD di Solo memang tergolong tinggi. Idealnya, menurut anjuran Departemen Kesehatan (Depkes) RI, insiden rate DBD di bawah 4 orang per 10.000 penduduk. Namun di Solo, dengan asumsi jumlah penduduk sebanyak 500.000 jiwa dan jumlah kasus sebanyak 383 kasus, maka insiden rate-nya mencapai 7 orang per 10.000 penduduk.

Karena itulah, Titiek mengatakan, dalam bulan ini, pihaknya gencar melakukan penyuluhan sekaligus evaluasi hasil pemantauan jentik kepada warga di 11 kelurahan yang berada di peringkat atas daftar kelurahan endemik DBD.

Ke-11 kelurahan dimaksud adalah Kadipiro (17-18 Juni), Mojosongo (19-20 Juni), Jebres (22-23 Juni), Pajang (23 Juni), Semanggi (24 Juni), Pucangsawit (25 Juni), Nusukan (25-26 Juni), Joyosuran (24 Juni), Banyuanyar (29 Juni), Gilingan (30 Juni), dan Tipes (30/6).

shs

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…