Kamis, 25 Juni 2009 16:44 WIB News Share :

Deplu belum pastikan Djoko Tjandra di Singapura

Jakarta–Departemen Luar Negeri belum memperoleh kejelasan mengenai keberadaan terpidana perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Rp546,468 miliar, Djoko Tjandra di Singapura.

Hal itu dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda di Jakarta, Kamis (25/6), saat dikonfirmasi mengenai informasi yang menyebutkan bahwa Djoko Tjandra saat ini berada di Singapura.

“Kita belum memperoleh kejelasan atau kepastian apakah yang bersangkutan ada di Singapura ada terindikasi melalui suatu informasi, kita akan memastikan (dengan pemerintah Singapura),” katanya.

Sebelumnya, lanjut dia, Deplu telah melakukan pendekatan dengan pemerintah Papua Nugini untuk memastikan jika Djoko Tjandra berada di Papua Nugini.

“Kita telah memperoleh informasi dari rekan kita bahwa yang bersangkutan telah meninggalkan Papua Nugini,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai peluang pemerintah Indonesia untuk memulangkan Djoko Tjandra apabila yang bersangkutan betul-betul berada di Singapura, Menlu mengatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan.

Menlu mengatakan bahwa selama ini diketahui jika sejumlah orang-orang yang memiliki masalah hukum di Indonesia bersembunyi di Singapura dan karena kedua negara belum memiliki perjanjian ekstradisi maka Indonesia tidak dapat memulangkan orang-orang itu.

Selasa lalu (24/6), Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Marwan Effendy mengatakan bahwa ada informasi jika Djoko Tjandra saat ini berada di Singapura.

Djoko berangkat ke Port Moresby, Papua Nugini (PNG) pada 10 Juni 2009 menggunakan pesawat carteran dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Keberangkatannya itu, satu hari sebelum keluarnya putusan dikabulkannya permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan oleh kejaksaan terkait Djoko Tjandra, pemilik PT Era Giat Prima dan Syahril Sabirin, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI).

ant/fid

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…