Selasa, 23 Juni 2009 16:53 WIB News Share :

BPH Migas
Konsumsi BBM turun

Jakarta–Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi selama Januari-April 2009 mengalami penurunan dibandingkan periode sama tahun 2008.

Anggota Komite BPH Migas Adi Subagyo di Jakarta, Selasa mengatakan, penurunan konsumsi karena pengguna BBM bersubsidi khususnya solar beralih ke nonsubsidi akibat disparitas harga yang tidak terlalu besar.

“Di tambah lagi pengaruh krisis global yang membuat  konsumsi industri dalam negeri juga menurun,” katanya.

Untuk minyak tanah, lanjutnya, penurunan konsumsi merupakan akibat program konversi ke elpiji.

Menurut Adi, volume penjualan BBM bersubsidi jenis premium selama Januari-April 2009 mencapai 6.446.392 kiloliter, solar 3.598.913 kiloliter, dan minyak tanah 1.777.594 kiloliter.

“Konsumsi premium itu naik 4,2 persen dibandingkan periode sama tahun lalu, minyak tanah turun 40,75 persen, dan solar juga turun 6,03 persen,” katanya.

Kuota BBM bersubsidi sesuai APBN 2009 adalah sebesar 36,85 juta kiloliter yang terdiri dari premium 19,4 juta kiloliter, solar 11,6 juta kiloliter, dan minyak tanah 5,8 juta kiloliter.

Sedang, kuota BBM bersubsidi berdasarkan kesepakatan Menteri ESDM dan Komisi VII DPR pada 29 Januari adalah sebesar 38,94 juta kiloliter yang terdiri dari premium 20,6 juta kiloliter, solar 12,5 juta kiloliter, dan minyak tanah 5,8 juta kiloliter.

Pada 2010, pemerintah memperkirakan konsumsi BBM bersubsidi mencapai 36,5 juta kiloliter yang terdiri dari premium 21,45 juta kiloliter, solar 11,25 juta kiloliter, dan minyak tanah 3,8 juta kiloliter. 
Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…