Senin, 22 Juni 2009 20:43 WIB Wonogiri Share :

Terkait pungli paket konversi, Pertamina akan tegur konsultan

Wonogiri (Espos)–PT Pertamina akan memberikan surat teguran kepada konsultan di wilayah Wonogiri terkait dengan adanya pungutan paket konversi.

Berdasarkan hasil survei lapangan tim monitoring dan evaluasi (Monev) Kabupaten Wonogiri, selain didapati ada pungutan yang disepakati oleh warga, tim menemukan oknum yang berasal dari konsultan.

Menurut Penanggungjawab tim Monev Kabupaten Wonogiri, Suprapto didampingi Ketua tim Monev, Gembong Muria Hadi, terkait dengan hasil temuan lapangan tersebut tim mengumpulkan seluruh camat, konsultan dan Pertamina. Dia mengatakan, meskipun pungutan itu hasil kesepakatan oknum dan warga hal demikian tidak dibenarkan. “Tidak dibenarkan ada pungutan dalam bentuk apapun,” papar dia kepada <I>Espos<I>, Senin (22/6) di Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Wonogiri.

Dia mengatakan, Pertamina diminta untuk mengadakan pengecekan secara langsung terkait dengan pendataan maupun pendistribusian yang dilakukan konsultan. Menurutnya, KK penerima paket konversi harus sesuai dan tepat sasaran, sehingga tidak memicu kecemburuan sosial. “Pertamina harus memantau kinerja konsultan di lapangan,” papar dia.
Sementara itu, sejumlah camat mengeluhkan minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh pihak konsultan. Bahkan, ada wilayah yang belum diberikan sosialisasi tetapi sudah mendapatkan paket kompor gas. Gembong mengatakan, konsultan dan pemerintah desa maupun kecamatan harus koordinasi.

“Sosialisasi penggunaan paket itu penting dan masyarakat harus paham dulu sebelum paket diberikan,” papar dia.

Acara tersebut dihadiri perwakilan konsultan yakni Unsa, Frontir, SCO, Primaroma Sistema dan Mitra Alam. Menurut Koordinator Lapangan SCO, Ida Yanti, pihaknya telah melakukan sosialisasi hingga ke tingkat penerima paket dan menekankan kepada masyarakat bahwa pembagian tabung gas tersebut tidak dipungut biaya. “Memang ada kesepakatan dari warga sendiri untuk biaya operasional ataupun administrasi,” jelasnya.

das

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…