Senin, 8 Juni 2009 18:12 WIB Klaten Share :

Wereng serang 50 hektare padi di Sawahan

Klaten (Espos)–Organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama wereng menyerang tanaman padi di lahan pertanian Desa Sawahan, Juwiring, Klaten seluas 50 hektare.

Akibatnya kondisi tanaman padi berumur 45-60 hari setelah tanam (HST) tersebut banyak yang rusak. Dikhawatirkan bila tidak segera dilakukan penanggulangan hama, produksi padi petani pada masa tanam (MT) II akan anjlok. Demikian disampaikan Kepala Desa (Kades) Sawahan, Juwanda SE, saat ditemui Espos, Senin (8/6) siang.

“Kondisi tanaman padi saat ini sudah rusak dan mengering kendati tidak sampai mengakibatkan puso atau gagal panen. Hama wereng menyerang batang tanaman padi di bagian bawah sehingga tanaman layu dan mengering,” ujarnya. Dia menambahkan, hama wereng memang biasa menyerang tanaman padi di wilayahnya. Petani diharapkan bisa lebih waspada untuk mencegah serangan maupun memberantas penyebaran hama itu.

Pada bagian lain, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Juwiring, Ir Sugiyanto menjelaskan, hama wereng atau nilaparvata lugens menyerang batang tanaman padi. Dampak serangan hama tersebut seringkali mengakibatkan kerusakan parah, tidak jarang hingga tanaman mati. Guna memberantas hama wereng mesti dilakukan secara serentak dan berkesinambungan seperti dengan penyemprotan obat pestisida. Gerakan bisa dikoordinasi oleh PPL bersama pemerintah desa setempat yang menggerakkan juga kelompok tani (KT).

kur

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…