Senin, 8 Juni 2009 05:22 WIB News,Feature,Boyolali Share :

SBY
Swasembada pangan tak cukup....

Boyolali (Espos)–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan saat ini tidak cukup hanya dengan swasembada pangan. Tetapi harus ada kemandirian terhadap pangan.

“Tidak cukup swasembada, tetapi harus pada kemandirian pangan, antara petani dan masyarakat,” ujarnya saat membuka jambore nasional Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Senin (8/6).

Ditambahkan SBY, kemandirian itu telah disampaikannya pada hari Kebangkitan Nasional lalu, dimana masyarakat harus yakin, bangsa bisa maju dan butuh kerja keras.

Dalam pidatonya tersebut, SBY juga sempat menyentil para pesaingnya dalam Pilpres mendatang. Menurut SBY, ada keberhasilan program pembangunan yang telah dilakukannya diibaratkan seperti bermain sepakbola.

“Kalau ada yang mengegolkan ke gawang lawan, hal itu karena peran dari gelandang maupun umpan dari temannya. Tetapi jika tidak gol kita yang disalahkan, karena tidak bisa memasukkan bola,” tandas dia.

Jambore nasional SLPTT yang kali pertama dilakukan di Indonesia itu, SBY juga memberikan penghargaan kepada 19 walikota dan 134 bupati se-Indonesia. Usai membuka, presiden yang dampingi Ibu Ani Yudhoyono, Edhie Baskoro dan sejumlah menteri seperti Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menag Maftuh Basyuni dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu melakukan kunjungan ke sejumlah stan.

kha

lowongan pekerjaan
CV.Indra Daya Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…