Senin, 8 Juni 2009 05:27 WIB News Share :

Prita desak Kejagung pecat JPU

Jakarta–Kejaksaan Agung RI didesak untuk memeriksa secara obyektif jajarannya terkait kasus Prita Mulyasari. Bila pemeriksaan mendapati adanya kejanggalan atau kesalahan fatal, mereka harus dipecat dari korps Kejaksaan.

Demikian kata Slamet Djuwono, kuasa hukum Prita Mulyasari, Senin (8/6). Dia ditemui wartawan saat hendak menemui Jaksa Agung Hendarman Supandji di Gedung Kejagung RI Jl. Sultan Hasanuddin, Jakarta.

“Kami mau menghadap Pak Jaksa Agung. Kami mau minta agar pemeriksaan yang dilakukan oleh Kejagung berjalan obyektif, termasuk terhadap jaksa-jaksa yang menangani perkara ini,” ujar dia.

Ada beberapa pihak yang menurutnya melakukan kesalahan fatal dalam kasus Prita. Mereka adalah tim jaksa penuntut umum, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten dan Kepala Kejaksaan Negeri Banten.

“Bila dari hasil pemeriksaan ada hal-hal yang janggal atau kesalahan fatal, kami minta agar diberi sanksi tegas dan bila perlu sampai pemecatan,” tegas Slamet.

Kedatangannya pagi ini didampingi oleh Andri Nugroho, suami Prita. Sedangkan Prita tidak turut datang ke Kejagung RI dengan alasan masih banyak urusan yang harus diselesaikannya di Tangerang.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…