Senin, 8 Juni 2009 05:32 WIB News,pilpres Share :

PDP bebaskan kader pilih Capres

Jakarta–Menjelang pilpres 2009 yang akan digelar 8 Juli 2009, Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) memilih sikap netral alias tidak mendukung capres mana pun. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kebebasan kepada para kadernya untuk menentukan pilihan calon pemimpin Indonesia 5 tahun mendatang. PDP juga mengkampanyekan anti politik uang dalam pilpres mendatang.

“Kepada seluruh kader PDP diberikan kebebasan untuk menggunakan haknya dalam menentukan pilihan sesuai dengan keyakinan dan harapan PDP, serta menolak upaya-upaya yang bertendensi politik uang,” demikian bunyi iklan resmi PDP di media massa, Senin (8/6).

Iklan ini seakan sebagai klarifikasi terhadap adanya sejumlah kader PDP yang membawa gerbong partai ini mendukung pasangan SBY-Boediono. Gerbong PDP yang mendukung SBY-Boediono dikomandani Roy BB Janis, Didi Supriyanto, dan Noviantika Nasution.

Dalam iklan tersebut juga dicantumkan imbauan untuk semua capres agar mempersiapkan diri secara mental untuk legowo dan menerima kekalahan. Kesiapan untuk mendukung pemenang adalah bukti dewasanya berdemokrasi dan langkah maju menjadikan Indonesia sebagai negara besar seperti yang dicita-citakan PDP dan UUD 1945.

“PDP mengucapkan selamat kepada capres dan cawapres Pilpres 2009 (dilanjutkan bergambar foto 3 pasang calon) Siap Menang, Siap Kalah (tulisan dengan font besar) dalam arti pihak yang kalah memiliki jiwa besar untuk mendukung capres dan cawapres terpilih,” demikian isi iklan tersebut di bagian lain.

Iklan ini lantas mengutip poin-poin perjuangan PDP yang dijadikan alasan untuk tidak memihak siapa pun dan menolak praktek politik uang. Dalam poin-poin itu, iklan tersebut mengutip amanat pembukaan UUD 45 yang berisi 5 poin. Setelah tulisan ini lalu dilanjutkan dengan pesan :

“Menyadari perolehan suara PDP pada pemilu 2009 yang baru berhasil menempatkan 203 perwakilan di DPRD, maka pada Pilpres 2009-2014 PDP memutuskan untuk menegakkan prisip kebebasan dan kerahasiaan. Kepada seluruh kader PDP diberikan kebebasan untuk menggunakan haknya dalam menentakan pilihan sesuai dengan keyakinan dan harapan PDP seperti tersebut di atas serta menolak upaya-upaya yang bertendensi politik uang.”

Iklan bermotif warna merah dengan background massa PDP ini dikeluarkan pada tanggal 8 Juni 2009 dengan penanggung jawab Pimpinan Kolektf PDP yang ditandatandatanggani Pelaksana Harian, Petrus Salestinus sebagai ketua, Robert Samosir sebagai sektretaris dan Laksamana Sukardi sebagai Koordinator PKN dan H Abdul Madjid sebagai ketua badan pertimbangan partai.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…