Senin, 8 Juni 2009 16:27 WIB Ekonomi Share :

Pagu Raskin hanya 10 kg/bulan

Jakarta–Dalam pagu indikatif dan rancangan awal rencana kerja pemerintah tahun 2010 dana subsidi pangan (subsidi raskin) diusulkan hanya ditetapkan Rp 8,918 triliun. Dengan demikian alokasi beras untuk rakyat miskin atau raskin hanya 10 kg per bulan dari sebelumnya di 2009 15 Kg per bulan.

Sementara itu jumlah rumah tangga sasaran hanya ditetapkan 17,094 juta rumah tangga atau turun drastis dari tahun 2009 yang mencapai 18,497 juta rumah tangga atau 19,1 juta pada 2008.

Sedangkan jika dari alokasi jumlah alokasi tonasi raskin 2010 hanya 2,052 juta ton atau lebih rendah dari 2009 sebesar 3,33 juta ton.

Menanggapai pagu indikatif ini, Perum Bulog mengsusulkan dana alokasi subsidi raskin tahun 2010 dinaikan mencapai Rp 12,327 triliun dengan jumlah 17,5 juta rumah tangga sasaran (RTS) dan jumlah alokasinya masih 15 kg per bulan dengan usulan kenaikan harga jual raskin dari Rp 1.600 per Kg menjadi 2000 per Kg dan jumlah alokasi sebanyak 3,15 juta ton.

“Penurunan alokasi menjadi 10 kg per bulan dikhawatirkan tidak efektif mengurangi gizi buruk masyarakat pendapatan rendah,” kata Dirut Perum Bulog Musfata Abubakar dalam acara rapat dengar pendapat dengan komisi IV, Jakarta, Senin (8/6).

Wakil Ketua Komisi IV Syafril Hutahuruk mengatakan pagu indikatif tahun 2010 relatif lebih buruk pada tahun 2009 karena banyak perubahan dari sisi alokasi maupun anggaran. Padahal kata dia, berdasarkan permintaan-permintaan di lapangan justru masyarakat menginginkan tambahan jumlah alokasi beras.

“Kenyataanya dimasyarakat selalu meminta tambahan,” katanya.

Sementara anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI-P Elfiana mengatakan rencana pagu indikatif raskin 2010 oleh pemerintah bertentangan dengan pencapaian Indonesia yang sekarang ini sudah swasembada beras dan adanya ekspor beras pada tahun ini.

“Fraksi kami menolak 10 kg, itu dan sangat menolak menaikan harga,” katanya.

Selain itu kata dia, mengenai masalah pengurangan RTS, maka akan semakin banyak masyarakat yang mempertanyakan dan dirugikan karena RTS penerima raskin pada tahun 2009 berpeluang tidak menerima lagi di tahun depan.

Sampai dengan 4 Juni 2009 telah disalurkan sebanyak 1,25 juta ton raskin atau sebesar 37,44% dari alokasi pagu tahun 2009 sebesar 3,33 juta ton.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…