Senin, 8 Juni 2009 06:41 WIB Feature,Hukum,Pendidikan Share :

Curi soal UN, kepala sekolah dan guru di Bengkulu ditangkap polisi

Jakarta–Sejumlah kepala sekolah, guru, dan staf Dinas Pendidikan di Bengkulu Selatan ditangkap polisi. Mereka diduga mencuri soal ujian nasional (UN).

“Mereka ditangkap karena telah mencuri dan membahas soal UN secara bersama-sama,” ujar Mendiknas Bambang Soedibyo dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/6).

Bambang menjelaskan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mencatat terdapat pelanggaran di 18 SMA/MA/SMK dan 18 SMP/MTS dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) 2008/2009.

Salah satu pelanggaran itu adalah pencurian soal yang dilakukan 22 oknum di Bengkulu Selatan. 22 orang itu terdiri dari 1 orang oknum Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Bengkulu Selatan, 16 oknum kepala sekolah SMA dan MA Bengkulu Selatan, dan 5 oknum guru SMA di SMAN 1 Bengkulu Selatan.

Menurut Bambang, ke-22 oknum tersebut telah menjalani pemeriksaan. Bahkan Polres Bengkulu Selatan telah menahan mereka sampai pelaksanaan UN berakhir.

“Ternyata dari hasil penjelasan, soal UN belum beredar pada peserta didik,” katanya.

Karena itu, lanjut Bambang, Polres Bengkulu Selatan menetapkan soal UN tidak bocor. Sehingga UN tetap dapat berjalan sesuai jadwal.

Kini, 22 oknum tersebut sedang dalam proses investigasi tim Inspektorat Jenderal Depdiknas. Menurut Bambang, proses itu untuk pemberian sanksi administrasi.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…