Minggu, 7 Juni 2009 10:02 WIB Karanganyar Share :

Talut ambrol, warga desak perbaikan

Karanganyar (Espos)–Warga Desa Sewurejo Kecamatan Mojogedang mendesak perbaikan talut dan saluran irigasi yang ambrol sejak awal tahun 2009 lalu.

Desakan ini muncul, lantaran rusaknya talut dan saluran irigasi tersebut dinilai mengganggu pengairan dan kenyamanan pengguna jalan. Berdasar pantauan Espos di lokasi, tepatnya di Dusun Nggragalan, talut sepanjang empat hingga lima meter ambrol hingga memakan bibir jalan selebar 1 hingga 1,5 meter. Kemudian, runtuhan talut itu akhirnya merusak saluran irigasi yang mengalir tepat di bawah talut tersebut. Masih di sepanjang jalan antara Mojogedang-Sewurejo, setidaknya ada dua talut yang ambrol. Kondisinya hampir sama, tetapi panjang talut ambrol hanya berkisar satu meter.

Kondisi semakin mengkhawatirkan, lantaran di sekeliling ambrolnya talut banyak ditumbuhi rerumputan. Sementara, talut dengan jalan hanya dibatasi dengan bambu. Jika pengendara tidak tahu adanya talut yang ambrol, maka rawan terperosok.

Salah satu pengguna jalan, Slamet Rahardjo mengatakan, pengguna jalan khususnya pengendara motor akan memilih berhati-hati saat melintas di sekitar ambrolnya talut. “Terlebih, jika berpapasan dengan kendaraan roda empat. Pengguna jalan sendiri tidak berani menepi lantaran labilnya tanah di sekitar talut ambrol tersebut,” tutur Slamet. Di sekitar talut, masih ada badan talut yang menggantung dan terancam ambrol.

Sementara, dikemukakan salah satu petani desa setempat, warga RT 01/RW I Nggragalan, Sewurejo, Mojogedang, Mardi, kerusakan talut yang berdampak pada rusaknya saluran irigasi sesekali mengganggu petani. Karena, ujar Mardi, kondisi saluran memicu potensi perebutan air untuk pengairan.

“Talut dan irigasi tersebut rusak karena hujan deras awal tahun ini. Sampai saat ini belum ada perbaikan. Kami sebagai masyarakat pengguna saluran tersebut mendesak agar segera diperbaiki,” tutur Mardi, saat ditemui Espos di Dusun Nggragalan, Minggu (7/6).

haw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…