Minggu, 7 Juni 2009 05:22 WIB News Share :

Presiden
Tak sejengkal pun tanah dibiarkan lepas

Jakarta–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan tidak sejengkal pun tanah akan dibiarkan lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam sambutannya pada Harlah Gerakan Pemuda (GP) Ansor ke-75 di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu, Presiden Yudhoyono menegaskan kedaulatan NKRI adalah harga mati yang tidak bisa diganggu atau dirongrong oleh pihak mana pun.

“Mari kita pertahankan keutuhan negara kita. Tidak sejengkal tanah pun dibiarkan lepas dari negara kita,” ujarnya.

Pada Sabtu malam 6 Juni 2009, Presiden memimpin rapat dengan Komisi I DPR yang hendak berangkat ke Malaysia untuk bertemu dengan Parlemen Malaysia guna membahas kasus Ambalat.

Dalam pertemuan itu, Presiden mengatakan kepada delegasi Komisi I DPR  yang dipimpin Yusron Ihza Mahendra bahwa Indonesia akan mempertahankan keutuhan serta kedaulatan wilayahnya.

Presiden juga memperingatkan Malaysia agar tidak melakukan provokasi di kawasan Ambalat serta menghormati proses diplomasi yang sedang berlangsung antara Indonesia dan Malaysia tentang batas-batas perairan wilayah Ambalat.

Presiden Yudhoyono dalam pertemuan itu juga menegaskan kawasan Ambalat adalah wilayah dari NKRI yang diklaim sepihak oleh Malaysia.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…