Sabtu, 6 Juni 2009 10:02 WIB News,Feature,Ekonomi Share :

Pengamat
Pemerintah harus serius garap sektor riil

Solo (Espos)–Sejumlah pengamat ekonomi menegaskan makin terbukanya kesempatan bagi sektor riil untuk tumbuh dan berkembang, akan membuka jalan bagi Indonesia untuk benar-benar keluar dari dampak krisis keuangan global. Pengamat ekonomi, sekaligus Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Prof Dr Sri Edi Swasono mengatakan perekonomian rakyatlah yang justru membuat bangsa Indonesia mampu bertahan.
Baik sejak masa perjuangan memperoleh kemerdekaan maupun hingga saat ini. Namun sayangnya, sejumlah regulasi, kebijakan pemerintah masih disorientasi.
Misalnya, dalam dukungan modal bagi sektor riil seperti usaha mikro kecil menengah (UMKM). Maupun space atau tempat bagi mereka untuk mengembangkan usaha. Kalangan perbankan pun belum sepenuhnya memberikan dukungan dalam pinjaman.

Menurutnya, perbankan belum bisa mengakomodasi keperluan modal bagi usaha kecil menengah.

“Jangan menggusur pedagang kaki lima. Karena dengan menggusur mereka, berarti menggusur orang miskin. Yang seharusnya dilakukan adalah menggusur kemiskinan. Seharusnya, pemerintah termasuk pemerintah daerah berani meminta kepada pengelola mal untuk memberikan tempat bagi para PKL. Kalau misalnya akan ada mal empat lantai, pemerintah harus berani meminta enam lantai. Yaitu dua lantai untuk usaha kecil,” papar Edi, saat berbicara dalam seminar nasional yang digelar Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, di kampus setempat, Sabtu (6/6).

Ia juga meminta pemerintah untuk memperhatikan dan menerapkan makna Pasal 33 dan Pasal 27 ayat (2) UUD 1945. Serta menegaskan perlunya memiliki kemandirian.

Pengamat ekonomi syariah, yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah (UMS), Prof Dr Bambang Setiaji MSi, dalam kesempatan yang sama menegaskan pentingnya itikad baik dalam pembangunan ekonomi. Modal seharusnya lebih banyak ditanam pada sektor-sektor riil, sehingga menghasilkan sesuatu yang nyata, seperti barang dan jasa.

Bila kebutuhan modal di sektor riil terpenuhi, maka akan terjadi pertumbuhan di sektor riil, yang mampu mendorong berkembangnya ekonomi produktif. Sementara pengamat ekonomi, yang juga mengajar di Unisri, Dr Jemmi Benardi K SE MM, dalam paparannya menegaskan solusi mengatasi krisis keuangan global bisa dimulai dari sikap pribadi.

iik

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…