Sabtu, 6 Juni 2009 13:49 WIB News Share :

31 Anak Indonesia berkelainan jantung tunggu donatur

Solo (Espos)–Sebanyak 31 anak dari berbagai daerah di Indonesia yang menderita kelainan jantung menunggu uluran tangan dermawan. Terkait hal itu pula, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) berupaya melakukan penggalangan dana di berbagai daerah, di antaranya Kota Solo.

Selama sepekan sejak Senin (1/6) hingga Sabtu (6/6), YJI membuka stan di lantai 3 Solo Grand Mall untuk mencari orang di pusat perbelanjaan tersebut yang ingin berderma.
Sayangnya, dari 100 orang yang ditarget untuk memberikan donasi, hanya sekitar 25 hingga 30 orang yang berderma.

Menurut salah satu Field Representative YJI yang bertugas di stan tersebut, Aulia Addini mengatakan, tidak tercapainya target tersebut disebabkan oleh kendala teknis cara mendonasikan uang masyarakat.
Dijelaskannya, untuk berdonasi khusus dalam program ini, masyarakat harus memberikan uang senilai minimal Rp 100.000 melalui kartu kredit Visa-Master Card. Padahal, masih banyak masyarakat yang belum memiliki kartu kredit atau takut menggunakannya.

“Mungkin karena penggunaan kartu kredit untuk berdonasi oleh masyarakat di sini belum begitu populer sehingga mungkin mereka masih ragu,” kata dia.
“Sebenarnya kami tidak menolak donasi berupa uang tunai. Namun khusus untuk program ini kami hanya menerima donasi lewat kartu kredit. Untuk donasi tunai, bisa dilakukan dengan mentransfer ke nomor rekening bank yang bisa dilihat selengkapnya di www.inaheart.or.id,” imbuh dia.

Sementara itu, petugas lainnya, Marini menambahkan, donasi dari masyarakat yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk biaya operasi bagi anak-anak Indonesia yang mengalami kelainan jantung di RS Harapan Kita Jakarta, termasuk pengobatan, biaya akomodasi dan lainnya.

alo

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…