Sabtu, 6 Juni 2009 12:53 WIB News,Feature Share :

2006-2008, 540 bencana alam terjadi di Aceh

Banda Aceh--Peristiwa bencana alam di Provinsi Aceh sudah terjadi 540 kali dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2006-2008) akibat pengaruh kerusakan lingkungan.

Hasil analisis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh berdasarkan laporan media dan investigasi, terjadi 540 kali bencana alam di Aceh, kata Manajer Penguatan Kelembagaan Walhi Aceh, Abdillah di Banda Aceh, Sabtu (6/6).

Bencana alam tersebut rincian selama 2006 terjadi banjir sebanyak 46 kali, konflik satwa 34 kali, angin ribut dua kali dan longsor sebanyak empat kali dengan total sepanjang 2006 terjadi 86 bencana alam.

Sementara pada 2007, banjir terjadi sebanyak 46 kali, 53 konflik satwa, 17 kali angin ribut, delapan kali longsor dan lima kali abrasi dengan total 129 kali bencana.

Bencana alam dan konflik satwa semakin meningkat pada 2008 total sebanyak 325 dengan rincian 100 kali banjir, 124 kali konflik satwa, 26 kali angin ribut, 37 kali longsor dan 38 kali abrasi.

Banyaknya bencana alam yang terjadi disebabkan carut marutnya tata ruang di Aceh yang sejak lama bermasalah. Salah satu bentuk pemanfaatan ruang yang salah kaprah adalah banyaknya alih fungsi lahan.

Keran investasi yang dibuka Pemerintah Aceh menurut dia ikut memperparah persoalan alih lahan karena dengan berlomba-lombanya investor masuk semakin banyak lahan yang dialihkan.

Meski dalam setiap usulan proyek harus mengacu pada rencana tata ruang wilayah namun pada praktiknya banyak kegiatan pembangunan dilakukan tidak sesuai dengan perencanaan.

Upaya pembenahan dan penegakan hukum perlu dikaitkan dengan penataan ruang dan sewajarnya pemerintah melihat kembali maupun membatalkan usulan proyek yang sifatnya tidak memenuhi persyaratan lingkungan.

ant/fid

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…