Jumat, 5 Juni 2009 23:55 WIB Sragen Share :

Sejumlah elemen masyarakat tuding Pemkab arogan

Sragen (Espos)–Sejumlah elemen masyarakat di Bumi Sukowati menuding keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen telah bertindak arogan dengan menggusur belasan Pedagang Kaki Lima (PKL) di jalan dr Sutomo, Beloran dalam waktu dekat. Rencana pembuatan taman kota di kawasan Beloran tersebut dianggap sebagai proses menghilangkan hak bagi masyarakat kecil dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Menurut Ketua Forum Masyarakat (Formas) Sragen, Andang Basuki kedatangan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mestinya membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Pasalnya, SBY merupakan bapak bangsa yang harus dapat mendorong atas peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Aneh memang, ketika presiden akan datang ke Sragen, justru Pemkab membuat kebijakan secara mendadak yang intinya menghilangkan hak hidup masyarakat. Hal ini sama saja arogansi secara administratif. Kalau memang, daerah Beloran itu akan dibuat taman, seharusnya sejak jauh-jauh hari disosialisasikan. Bukan justru mendadak seperti ini,” terang dia kepada Espos, Jumat (5/6).

Lebih lanjut dia mengatakan, Pemkab harus mengambil cara lain yang dianggap bijaksana dan tidak merugikan satu pihak. Di sisi lain, sebelum rencana penggusuran direalisasikan, Pemkab didesak untuk mempersiapkan berbagai hal, seperti menyediakan lokasi penggant dan memberikan uang ganti rugi yang layak bagi PKL.

“Mereka (PKL) itu sudah lama mencari nafkah di Beloran. Terus, kalau hanya kedatangan SBY mereka disuruh pergi, ini yang tidak masuk akal,” ujarnya.

Penolakan keras terkait rencana penggusuran PKL dibeloran juga diungkapkan Paguyuban Karang Taruna Desa/Kelurahan (Pakar Desa) Sragen. Paguyuban yang mayoritas terdiri atas kaum pemuda dan pemudi di Sragen ini menuding Pemkab Sragen hanya ingin mencari muka di hadapan SBY dengan upaya mempercantik wajah Sragen, utamanya di kawasan Beloran.

pso

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…