Jumat, 5 Juni 2009 16:45 WIB Sukoharjo Share :

Polres bentuk tim selidiki Pungli program konversi

Sukoharjo (Espos)–Polres Sukoharjo membentuk tim untuk menyelidiki dugaan pungutan liar (Pungli) program konversi minyak tanah di Sukoharjo. Sementara itu, di Nguter, nilai Pungli mencapai Rp 5.000. “Tim untuk menyelidiki dugaan Pungli pada program konversi sudah kami bentuk. Saya sendiri sudah mengintruksikan Kasat Reskrim untuk memimpin tim ini.” tegas Kapolres Sukoharjo, AKBP Aan Suhanan yang ditemui Espos di Mapolres Sukoharjo, Jumat (5/6).

Pembentukan tim penyelidik ini, lanjutnya, didasarkan pada maraknya isu Pungli yang beredar di masyarakat. Pihak kepolisian sendiri, hingga kini, mengaku belum mendapat laporan resmi dari masyarakat mengenai aksi Pungli.

“Penyelidikan tidak harus didasari oleh laporan resmi, bisa juga melalui temuan petugas atau informasi melalui media,” katanya. Saat ditanya, soal pihak mana saja yang bakal dipanggil untuk dimintai klarifikasi, Aan belum bersedia memberi keterangan. Disebutkan dia, saat ini proses penyelidikan masih berjalan, untuk itu pihaknya belum bisa memberi informasi lebih jauh mengenai temuan tim.

Sementara itu, terkait pasal pidana yang bakal dikenakan kepada pelaku Pungli, Aan juga tak merinci lebih jauh. Menurutnya, pasal pelanggaran pidana baru bisa ditetapkan setelah kepolisian memiliki bukti yang cukup soal aksi Pungli.

ewy

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…