Jumat, 5 Juni 2009 13:13 WIB Ah Tenane Share :

Kuping Jawa

Kuping JawaBeberapa waktu lalu, perusahaan tempat Jon Koplo bekerja kedatangan seorang konsultan dari Inggris, sebut saja Lady Cempluk. Si nyonyah Inggris itu bahasa Indonesianya grothal-grathul, sedangkan Jon Koplo babar blas ndak mudheng cara Inggris.

Suatu malam, Lady Cempluk masih berada di kantor untuk nglembur pekerjaan. Pada saat yang sama, Jon Koplo dan teman-teman kantornya sepakat untuk nonton bareng bal-balan antara Indonesia vs Australia di kantor.

Koplo dan sebagian teman kantornya memang penggila bola. Tak heran jika acara Nonbar malam itu berlangsung meriah. Teriakan dan dukungan menggema di ruangan itu layaknya nonton langsung di stadion.

Saat Koplo Cs sedang asyik menthelengi layar televisi, tiba-tiba Lady Cempluk lewat di ruangan itu dan berteriak. ”Must win! Must win!” teriak Cempluk.

”Mas Win ndak ada Mam, sudah pulang!” jawab Koplo dengan lugu. Kebetulan di kantor Koplo memang ada seorang karyawan yang biasa dipanggil Mas Win.

”Mas Win ndak suka nonton bola kok Mam, jadi tadi sore langsung pulang,” jelas Koplo yang disambut tawa ger-geran teman-temannya.

Diketawain begitu, Koplo dan Cempluk malah bengong kebingungan.

”Saya tidak panggil Mas Win,” kata Cempluk dengan terbata-bata karena keterbatasan kosa kata bahasa Indonesia yang dimilikinya. ”Eee… Saya maksud, Indonesia champion,” jelas Cempluk sambil menunjuk TV.

Baru setelah dijelaskan oleh Tom Gembus, Koplo baru mudheng, bahwa Cempluk tadi bukan memanggil Mas Win, tapi mengucapkan kata ”must win” dalam bahasa Inggris yang artinya Indonesia harus menang.

”Mbiyen bahasa Inggrismu entuk pira Plo?” ejek Tom Gembus.

Lha pas diwulang kuwi aku ora mlebu kok,” jawab Koplo sekenanya. Dasar kuping Jawa.  Kiriman Krisnanda Theo, RT 04/RW XIX No 15B, Mojosongo, Solo.

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…