Jumat, 5 Juni 2009 19:02 WIB News Share :

Jika terbukti pidana, Kejagung akan polisikan jaksa kasus Prita

Jakarta–Tim eksaminasi Kejagung akan memeriksa jaksa-jaksa yang menangani kasus Prita Mulyasari. Jika hasilnya terbukti ada tindak pidana, Kejagung akan menyerahkannya kepada polisi.

“Kalo ada pidananya kita limpahkan ke polisi,” kata Jamwas Hamzah Taja diKejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, Jumat (5/6).

Sebelumnya dikatakan Hamzah, pihaknya akan memeriksa antara lain Kajati Banten Dondy K Soedirman, Kajari Tangerang Suyono, aspidum Kejari Tangerang serta jaksa penuntut Umum yang diketuai oleh Rakhmawati Utami. Pemeriksaan juga karena adanya dugaan suap dan pemberian fasilitas RS Omni Internasional Tangerang kepada Kejari Tangerang sebagai pemicu jaksa menahan Prita.

“Kemungkinan (sanksi) itu mulai dari yang terberat pemecatan sampai terima teguran tertulis. Itu yang administratif, itu bergantung bagaimana nanti hasil pemeriksaan. Itulah yang akan kami berikan kepada yang bersangkutan,” jelasnya.

Prita sendiri diketahui telah ditahan selama 3 minggu mulai 13-25 Maret 2009 oleh kejaksaan. Alasan penahan ibu dua orang anak ini dikatakan Hamzah karena jaksa memiliki pertimbangannya sendiri.

“Semuanya juga saya katakan yang menjadi masalah ini adalah mungkin adanya rasa keadilan yang terganggu dari masyarakat. Tapi, nanti kami akan buktikan,” ungkapnya.

Menurut Jamwas, saat ini pihaknya belum belum menemukan adanya indikasi suap tersebut. Dia berharap, masyarakat yang memiliki informasi tentang itu dapat memberikan keterangan untuk memperjelas masalah tersebut.

“Makanya kalau ada yang akan memberikan keterangan, yang bisa memperjelas alasanya, silahkan masyarakat masing masing,” katanya.

dtc/fid

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…