Jumat, 5 Juni 2009 15:59 WIB Klaten Share :

Hilang 2 hari, kondisi siswa SMPN 4 belum stabil

Klaten (Espos)–Seorang siswa kelas II SMPN 4 Delanggu, Arda Wiliyanto, 14, asal Dukuh Pucangan Timur RT 8/RW IV, Banaran, Delanggu, Kamis (4/6) malam pulang dalam kondisi selamat setelah dilaporkan hilang sejak Rabu (3/6) lalu.

Kondisi mental Arda, remaja berperawakan bongsor namun sedikit kurus tersebut masih belum stabil alias trauma sehingga belum masuk sekolah pada Jumat (5/6).

Berdasar keterangan yang dihimpun Espos di SMPN 4 Delanggu diketahui, keluarga korban telah meminta izin kepada pihak sekolah mengenai ketidakhadiran Arda dalam kegiatan belajar mengajar mulai Jumat (5/6) hingga Sabtu (6/6) ini.

Salah seorang guru bimbingan dan penyuluhan (BP) SMPN 4 Delanggu, Sri Wartini, 60, menuturkan, Arda diberikan izin tidak masuk sekolah untuk memulihkan kondisi fisik dan mentalnya. Apalagi Senin (8/6) depan telah dimulai ujian atau tes kenaikan kelas.
“Menurut keterangan orangtua, Arda memang belum fit. Apalagi orangtua belum berani banyak bertanya kepada Arda. Bila dipaksakan masuk kelas dapat memperburuk kondisi Arda lantaran akan diberondong banyak pertanyaan oleh teman-temannya,” ujar dia.

Diharapkan, lanjut dia, izin yang diberikan selama dua hari cukup untuk memulihkan kondisi Arda guna menghadapi tes kenaikan kelas.

Sementara Arda Wiliyanto ditemui Espos mengaku belum belajar untuk menghadapi ujian Senin pekan depan dengan jadwal mata pelajaran (Mapel) matematika dan ilmu pengetahuan sosial (IPS) tersebut.

Alasannya dia belum bisa sepenuhnya berkonsentrasi mempelajari materi pelajaran dimaksud. Sedangkan kepergiannya yang membuat keluarga dan aparat pontang-panting menurutnya lantaran diajak seorang laki-laki tak dikenal.

Arda mengungkapkan, pada Rabu siang selepas sekolah dia bersama temannya, Riko Garik Setyawan, 14, asal Dukuh Klitak RT 09/RW V Banaran bermain di sekitar simpang empat Gotong royong  atau dekat BRI Delanggu.

Menurutnya saat itu datang seorang laki-laki berambut lurus, wajah bersih, juga mengenakan celana panjang, mengajak Arda pergi ke Solo. Lantaran dijanjikan sebuah handphone dan uang bila mau menemani laki-laki yang berperilaku mirip perempuan itu, Arda pun tergoda.

“Naik angkutan umum, dari Delanggu kami menuju Solo. Dari Solo kami ke Semarang lalu ke Magelang. Namun saat di Magelang saya ditinggal oleh laki-laki yang sedikit bicara itu,” ujar Arda. Dia menambahkan, saat di Semarang tidur satu ranjang dengan laki-laki tak dikenal tersebut. Namun selama bersama laki-laki tak dikenal itu Arda mengaku tak diperlakukan tak senonoh atau mendapat perlakuan kasar seperti pemukulan.

kur

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…