Jumat, 5 Juni 2009 17:05 WIB News Share :

Atap rusak berat, lima ruang di SMPN 2 Ngaringan dikosongkan

Grobogan (Espos)–Kondisi bangunan lima ruang di SMPN 2 Kalanglundo, Kecamatan Ngaringan memprihatinkan. Guna menghindari terjadinya korban akibat tertimpa atap yang rusak berat, pihak sekolah akhirnya mengosongkan ruangan tersebut.

Kelima ruangan yang dikosongkan tersebut semula diperuntukan untuk kantor guru, kepala sekolah, UKS, laboratorim komputer dan sanggar kegiatan siswa.

Menurut Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMPN 2, Sugeng Sutiyono kepada wartawan, Jumat (5/6), sebenarnya ruangan-ruangan tersebut usia bangunannya belum lama karena selesai dibangun tahun 2002.

“Jadi ya baru sekitar tujuh tahun sudah rusak. Kerusakan paling parah pada bagian atap terutama bagian atap yang dimakan rayap,” jelas Sugeng.

Akibat serangan rayap,  kayu penopang genteng, usuk dan reng rusak dan tidak berfungsi sehingga atap kelima ruang tersebut melengkung dan setiap saat bisa runtuh. Sehingga jika dipaksakan untuk kegiatan bisa saja menimpa siswa atau guru.

“Pihak sekolah sudah melaporkan hal ini ke Dinas Pendidikan, kami berharap bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Wakasek Sugeng.

Imbas dari pengosongan lima ruangan tersebut, maka pihak sekolah harus menggabungkan beberapa ruang. Seperti untuk ruang guru dan Kasek, terpaksa dijadikan satu dengan ruang perpustakaan. Kondisi ini tentu membuat sungkan para siswa yang hendak memanfaatkan perpustakaan.

rif

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…