Kamis, 4 Juni 2009 17:35 WIB Boyolali Share :

Warga minta ganti rugi proyek tol tak dipukul rata

Boyolali (Espos)–Warga Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, calon penerima ganti rugi lahan yang terkena proyek pembangunan jalan tol Solo-Mantingan, meminta panitia tidak memukul rata harga ganti rugi untuk bangunan tempat tinggal permanen. Pasalnya, tidak semua bangunan hanya menjadi tempat tinggal.

“Tetapi sebagian lain selain menjadi tempat tinggal, juga menjadi tempat usaha,” kata salah satu calon penerima dari RT 1/V, Kabul Mujiyono, 44, ditemui Espos, Kamis (4/6).

Sehingga, ia meminta panitia tidak menyamaratakan harga ganti rugi antara bangunan rumah biasa dengan tempat tinggal yang juga menjadi tempat usaha. Ia meminta panitia memberikan harga tersendiri sebagai ganti rugi tempat tinggal yang juga dipakai sebagai tempat usaha.

Kabul yang membuka usaha jasa servis sepeda motor itu menguraikan, kerugian yang dialami warga tidak hanya akan kehilangan masa lalu di lingkungan lama, warga seperti dirinya yang membuka usaha, juga terancam kehilangan pelanggan yang telah lama dimiliki.

“Meski sudah menjadi pelanggan, tidak tertutup kemungkinan mereka akan hengkang jika lokasi usaha kami pindah,” terangnya.
Ia menambahkan, untuk kembali menggaet pelanggan bukan perkara mudah. Menurutnya, butuh waktu, proses dan kesabaran.

Senada diutarakan warga lain, Ahmad Kamdi, 33. Ia berharap persoalan di luar teknis tetapi berdampak bagi warga seperti ini menjadi perhatian panitia proyek pembangunan jalan bebas hambatan.

Sebelumnya, proses musyawarah harga ganti rugi lahan yang terkena proyek pembangunan jalan tol Solo-Mantingan, di Dibal pada Rabu (27/5) malam, berakhir buntu. Bahkan karena tidak menerima harga yang ditawarkan panitia, sebanyak 238 pemilik lahan dan bangunan memilih keluar meninggalkan ruang pertemuan meski acara belum resmi diakhiri.

Panitia memaparkan ganti rugi bangunan permanen dua lantai Rp 2,4 juta/meter persegi. Sedangkan bangunan satu lantai Rp 1,8 juta dan Rp 800.000-Rp 900.000/meter persegi untuk bangunan semipermanen.

dwa

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…