Kamis, 4 Juni 2009 14:44 WIB News Share :

SBY
Anggaran pertahanan belum ideal

Jakarta—Presiden SBY mengakui anggaran pemerintah untuk sektor pertahanan belum ideal. Namun, SBY menegaskan bukan berarti kondisi ini menjadi penyebab terjadinya kecelakaan pesawat TNI.

“Jangan terlalu cepat (berkesimpulan) kalau pesawat jatuh, pasti
anggaranya kurang, lalu presidennya tidak punya perhatian,” kata SBY di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (4/6/2009).

SBY mengatakan, dengan latar belakang dirinya yang berasal dari dunia militer, sangat sulit jika ia dianggap tidak perhatian pada anggaran pertahanan.

Masalah kecelakaan pesawat seperti itu, bagi SBY, bahkan juga dialami oleh negera super power seperti AS yang memiliki anggaran pertahanan yang besar.

Anggaran pertahanan saat ini berada di posisi ketiga sebesar Rp 33,6 triliun, dari total anggaran belanja pemerintah yang mencapai Rp 1.000 triliun lebih. Sebanyak Rp 200 triliun dialokasikan untuk dana pendidikan dan kurang lebih Rp 800 triliun untuk pembayaran utang, infastruktur, pertanian, subsidi dan lain-lain.

“Ini belum ideal,” ujarnya.

Dengan kondisi yang belum ideal itu, untuk itu pemerintah menerapkan kebijakan pembiayaaan melalui kekuatan minimal yaitu jika ada  pengurangan anggaran biaya operasional, pemeliharaan dan gaji prajurit tidak akan diganggu gugat.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…