Kamis, 4 Juni 2009 19:19 WIB Solo Share :

Puluhan pengemis dan pengamen ditertibkan

Solo (Espos)–Sebanyak 33 pengemis, gelandangan dan pengamen berhasil ditertibkan petugas tim gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) dan Poltabes Solo dalam razia pengemis gelandangan dan orang telantar (PGOT) yang digelar Kamis (4/6).

Informasi yang dihimpun Espos, tim gabungan yang terdiri atas 10 petugas Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), enam petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), satu petugas dari RSJD, dan tiga petugas Panti Wreda Pajang itu, kemarin, berkeliling di jalan-jalan Kota Solo. Fokusnya adalah kawasan Pasar Legi, Monumen 45 Banjarsari, Perempatan Tugu Wisnu Manahan, dan sepanjang Jl Slamet Riyadi dari Kleco hingga Gladak, dilanjutkan ke Jl Jend Sudirman sampai Perempatan Panggung.

Dari operasi tersebut, sebanyak 33 PGOT berhasil ditertibkan. Mereka terdiri atas 11 gelandangan psikotik, 20 pengemis dan dua pengamen anak.

“Tadi mereka semua kami kumpulkan di Panti Wreda Pajang. Selanjutnya, 11 gelandangan yang psikotik kami kirim ke RSJD, 16 orang dipulangkan lewat lurah masing-masing, lima orang ditampung di Panti Wreda, dan satu orang lagi berjanji akan pulang sendiri ke daerah asalnya Wonogiri setelah menerima uang saku dari petugas,” papar Kasi Rehabilitasi Sosial Bidang Sosial Dinsosnakertrans Solo, Suryanto, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis.
shs

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…