Kamis, 4 Juni 2009 18:10 WIB Solo Share :

PSK marak, belasan rumah di Kestalan tak ditempati penghuninya

Solo (Espos)–Belasan rumah di kawasan RW IV dan RW VI Kelurahan Kestelan, Banjarsari tak ditempati oleh pemiliknya dan terus dikunci rapat dengan dibangun pagar tinggi. Kondisi itu menyusul aksi pekerja sek komersial (PSK) yang kian marak dan tak lagi mengenal waktu baik siang maupun malam hingga mengusik ketenangan warga sekitar.

Ketua RT 03/ RW IV Kestalan, Cahyadi mengungkapkan, kian maraknya aksi PSK di kawasan tersebut terjadi ketika kawasan PSK di Silir, Semanggi Pasar Kliwon ditutup tahun 1998 silam. Hal itu, katanya, membuat sejumlah PSK pindah ke wilayah Kestalan secara bergelombang dan masif.

“Mau gimana lagi, warga sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi. Jumlah warga di sini hanya sedikit, sementara mereka (PSK-red) dan orang-orang di belakangnya lebih banyak. Jadi, kami ya memilih diam saja,” paparnya saat ditemui Espos di kediamannya, Kamis (4/6). Dia menjelaskan, selama ini warga di wilayahnya hanya bisa pasrah dan menanti ketegasan sikap dari pihak yang berwenang.

“Kalau pihak yang punya kekuatan saja ternyata diam, apalagi warga. Apa yang bisa diperbuat warga. Papan peringatan dari warga saja malah dicopot. Ya, sudah kami hanya bisa bertanya, kalau pihak yang berwenang misalkan tinggal di sini, apa yang bakal mereka lakukan,” paparnya.

Akibat maraknya aksi PSK yang beroperasi tak kenal waktu itu, kata dia, juga membuat sebagian warga harus angkat kaki dari rumahnya sendiri. Selain merasa risih, katanya, mereka juga mencemaskan masa depan anak-anak mereka kelak jika harus tinggal di lingkungan yang tak sehat.

“Ya mereka yang punya uang cukup, akan pindah dan memagari rumahnya. Ada juga yang menjualnya. Lihat saja sendiri, semua rumah tutup semua kan,” paparnya.

Salah satu warga RT 01/ RW VI yang tak menempati rumahnya, Didie Setyadi mengaku sudah tak betah dengan aksi PSK baik siang maupun malam hari. “Apalagi, untuk masa depan anak-anak kami nanti, maka kami pilih pindah,” ujarnya.
asa

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…