Kamis, 4 Juni 2009 16:36 WIB News,pilpres Share :

Pilpres, KPU andalkan lembaga quick count

Jakarta–Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak akan menggelar tabulasi elektronik untuk penghitungan perolehan suara Pilpres 2009. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat, KPU mengandalkan lembaga quick count.

“Tabulasi itu kan untuk memenuhi hasrat masyarakat atas informasi yang cepat. Peran itu sekarang sudah digantikan oleh lembaga quick count,” kata anggota KPU I Gusti Putu Artha di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (4/6).

Menurut Putu, karena lembaga quick count telah menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat, KPU tidak perlu bersusah payah lagi menggelar tabulasi. Hal ini ditambah fakta bahwa tabulasi memakan biaya yang tidak kecil. “Kenapa kita harus memboroskan uang negara?” kata Putu.

Peniadaan tabulasi elektronik ini dimotivasi oleh pelajaran pahot yang ditelan KPU dalam Pileg lalu. Saat itu tabulasi menampilkan performa yang jauh dari target. Dari 100 juta lebih suara sah, data yang masuk ke KPU pusat hingga tabulasi ditutup tidak mencapai angka 14 juta.

“Sehebat apapun software dan hardware kita, seprofesional apapun dan seberapa banyakpun tenaga operasional kita, tetap tidak akan mampu mengantisipasi kecepatan yang dibutuhkan untuk entry data di kabupaten,” papar Putu.

Terlebih untuk Pilpres, Putu memperkirakan proses rekapitulasi manual akan jauh lebih cepat dibanding Pileg. Karena itu kecil kemungkinan tabulasi, jika diadakan, bisa bersaing dengan rekap manual.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…