Kamis, 4 Juni 2009 19:47 WIB Internasional Share :

Obama
Kelompok garis keras manfaatkan ketegangan Islam-Barat

Kairo–Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengemukakan pada warga Muslim dunia, Kamis bahwa kelompok -kelompok garis keras memanfaatkan ketegangan antara kaum Muslim dan Barat, dan Islam bukan bagian dari masalah itu tetapi bagian perdamaian yang meningkat.

Pidato yang diucapkan dari Universitas Kairo di pusat  ibukota Mesir itu, bertujuan untuk mengatasi perbedaan pendapat antara Washington dan dunia Islam.

“Kelompok-kelompok garis keras yang kejam telah memanfaatkan ketegangan ini adalah minoritas Islam kecil tetapi kuat,” kata Obama  dalam pidato yang telah dipersiapkan, dan menegaskan Amerika Serikat dan Islam “tidak perlu berkompetisi.”

“Islam bukan bagian dari masalah dalam memerangi ektremisme yang bengis. Islam adalah bagian penting meningkatkan perdamaian,” katanya.

Obama mengatakan ia akan terus berusaha bagi penyelesaian dua negara sebagai satu-satunya jalan untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina, mengatasi satu masalah  yang diprioritaskan oleh banyak negara dunia muslim. Banyak yang melihat Washington  berpihak mendukung Israel.

“Satu-satunya penyelesaian bagi aspirasi kedua pihak yang dapat dipenuhi adalah melalui dua negara, tempat rakyat Israel  dan Palestina hidup berdampingan secara damai dan aman,” kata Obama. “Karena itulah mengapa saya  berniat secara pribadi untuk terus berusaha mengatasi dengan segala kesabaran yang diperlukan untuk usaha itu.

Dia juga mengatakan setiap negara, termasuk Iran mempunyai hak  untuk menggunakan tenaga nuklir untuk tujuan damai “Jika mentaati  tanggungjawab-tanggungjawab berdasarkan Perjanjian Non Proliferasi nuklir.”

Washington menuduh Iran sedang berusaha membuat senjata-senjata nuklir, satu tuduhan yang dibantah keras oleh Teheran  dan menegaskan program nuklirnya hanya untuk listrik tenaga nuklir.

“Tetapi jelas  bagi semua pihak bahwa apabila  negara itu membuat senjata nuklir, kami telah mencapai satu keputusan yang kuat. Ini bukan hanya kepentingan Amerika. Tetapi untuk mencegah perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah yang membawa kawasan ini dan dunia  ke jalan berbahaya yang sangat besar,” katanya.

Obama mengatakan AS tidak ingin mempertahankan pasukannya di Afghanistan  dan tidak mencari pangkalan-pangkalan militer di sana.

“Jangan membuat kesalahan: kami tidak ingin mempertahankan pasukan kami  di Afghanistan. Kami tidak berusaha untuk memiliki pangkalan-pangkalan militer di sana,” kata Obama  dalam pidatonya itu.

“Kami akan membawa pulang  pasukan kami jika kami yakin  bahwa tidak ada kelompok garis keras yang kejam di Afghanistan  dan Pakistan yang berusaha membunuh sebanyak mungkin tentara Amerika. Tetapi ini belum terjadi,” kata Obama.

Ia mengatakan Irak adalah “satu perang pilihan”, dan mengingatkan  bahwa AS  tentang perlunya  menggunakan diplomasi dan konsultasi untuk menyelesaikan masalah-masalah.

Ant/tya

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…