Kamis, 4 Juni 2009 11:35 WIB News,Feature Share :

Kasus Prita, SBY minta penegakan hukum dengan hati

Jakarta–Kasus pencemaran nama baik yang menimpa seorang ibu rumah tangga Prita Mulyasari membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) prihatin. SBY meminta penegakan hukum ditegakkan dengan hati.

“Intinya beliau ingin dalam penegakan hukum harus menggunakan hati. Sehingga bisa berjalan bersama dengan rasa keadilan,” ujar juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng.

Hal itu disampaikan Andi usai menghadiri ijab qabul anggota DPR Idrus Marham di Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat, Kamis (4/6).

Menurut Andi, SBY Rabu (3/6) telah meminta penjelasan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) dan Jaksa Agung Hendarman Supandji tentang kasus Prita.

“Alhamdulillah Prita sudah dikeluarkan dari tahanan. Mari kita lihat penegakan hukum dari segala aspeknya,” imbuh Andi.

Prita mendekam di LP Wanita Tangerang karena menulis keluhan di internet saat dia dirawat di RS Omni Internasional. Kini Prita telah dibebaskan karena statusnya sudah menjadi tahanan kota. Meski demikian tuntutan pidana RS Omni masih terus bergulir di PN Tangerang.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…