Kamis, 4 Juni 2009 12:08 WIB News Share :

Ditanya ada indikasi uang, jaksa kasus Prita bungkam

Tangerang–Rahmawati, jaksa dari Kejaksaan Tinggi Banten yang merupakan jaksa penuntut Prita Mulyasari, bungkam ketika ditanya soal pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung terkait penanganan kasus Prita.

“Tidak tahu,” ujarnya singkat usai sidang perkara pidana Prita, di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (4/6).

Kejaksaan Agung melakukan eksamasi terhadap jaksa yang menangani kasus Prita Mulyasari. Rahmawati juga bungkam ketika ditanya apakah ia ikut diperiksa dalam masalah ini. “Silahkan tanya dengan atasan saya,” katanya.

Ketika ditanya soal indikasi permainan uang dalam perkara pidana Prita dan perubahan pasal yang menjerat Prita setelah di Kejaksaan, lagi-lagi Rahmawati diam sambil berlalu meninggalkan ruang sidang.

Sebelumnya diberitakan, Tim Jaksa Agung Muda Pengawas kemarin telah memeriksa sejumlah jaksa yang menangani perkara Prita Mulaysari. Ada dugaan perilaku aparat yang menyimpang sehingga ibu dua anak itu ditahan di Penjara Wanita Tangerang.

“Pemeriksaan sudah dilakukan,” kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Abdul Hakim Ritonga kemarin.

Menurut Ritonga, pengiriman nota pemeriksaan (eksaminasi) ini dilakukan untuk mengusut apakah proses penanganan perkara Prita sudah sesuai prosedur atau ada pelanggaran.

“Pemeriksaan dilakukan pada semua pihak yang terkait penanganan kasus hingga level kepala kejaksaan,” kata dia.

Bila dalam penanganan kasus ada indikasi uang, kata dia, maka tergolong pelanggaran. “Nantinya akan masuk pengawasan fungsional dan diselesaikannya bisa dengan pidana atau internal.” Jaksa Agung Hendarman Supandji meminta proses eksaminasi itu sudah kelar. Hari ini laporannya sudah harus di tangan Hendarman.

Herdarman Supandji telah memerintahkan Jaksa Agung Muda Pengawasan Hamzah Tadja menindak tegas jaksa yang terlibat penambahan Pasal 27 Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dalam kasus Prita Mulyasari.

Tempointeraktif/fid

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…