Kamis, 4 Juni 2009 15:39 WIB News Share :

Banjir landa 2 kecamatan di Cilacap

Cilacap–Banjir merendam ratusan rumah dan ratusan hektare lahan pertanian di Kecamatan Kawunganten dan Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

“Banjir tersebut terjadi sejak Rabu (3/6) dan hari ini airnya mulai surut,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Lakhar BPBD) Kabupaten Cilacap, Dangir Mulyadi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Hari Winarno, di Cilacap, Kamis (4/6).

Menurut Hari Winarno, banjir di Kecamatan Kawunganten merendam 240 rumah warga di Desa Kalijeruk dengan ketinggian air sekitar 80 sentimeter.

Selain itu, kata dia, banjir juga merendam tanaman padi berusia 30-60 hari di persawahan seluas 110 hektare dan jalan desa sepanjang 1.200 meter.

“Bahkan, banjir telah menyebabkan jebolnya tanggul irigasi Gunung Sapi sepanjang tiga meter,” katanya.

Sementara di Kecamatan Bantarasari, kata dia, banjir melanda Desa Citembong, Desa Kedungwadas, dan Desa Binangun.

Menurut dia, banjir di Desa Citembong menyebabkan tiga buah rumah rusak berat dan enam rumah rusak ringan serta pondasi dua jembatan rusak, sedangkan di Desa Kedungwadas mengakibatkan satu rumah rusak ringan.

“Banjir di Desa Kedungwadas juga merendam 149 rumah warga dan lahan pertanian seluas 3,5 hektare, serta mengakibatkan sebuah jembatan beton ambruk dan jalan desa longsor sepanjang 3 meter,” kata Hari.

Ia mengatakan, banjir di Desa Binangun mengakibatkan satu rumah rusak ringan dan memutuskan jembatan gantung di Dusun Sidamulya serta merendam lahan pertanian seluas 15 hektare.

Menurut dia, banjir di empat desa tersebut juga menimbukan kerusakan sejumlah fasilitas umum dan menghanyutkan berbagai perabotan rumah tangga, peralatan kerja warga, serta ikan dalam kolam dan ternak milik warga.

“Jumlah kerugian yang diderita warga akibat banjir di Kawunganten diperkirakan mencapai Rp 150 juta dan Bantarsari mencapai hampir Rp 300 juta,” katanya.

Menurut dia, Lakhar BPBD Cilacap telah melakukan langkah penanganan dengan mengevakuasi warga ke tempat yang lebih tinggi atau aman dan berkoordinasi dengan Balai Besar Sungai Citanduy untuk mengatasi tanggul yang jebol.

Selain itu, kata dia, warga juga telah melakukan kerja bakti untuk memperbaiki kerusakan rumah dan memperbaiki kerusakan jalan.

Ia mengatakan, berbagai bantuan dari Dinas Sosial dan Lakhar BPBD juga telah disalurkan, antara lain mi instan, biskuit, air mineral, kecap, dan saos.

“Hari ini dan besok, kita akan salurkan bantuan berupa peralatan dapur karena banyak peralatan dapur warga yang hanyut terbawa banjir,” katanya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…