Kamis, 4 Juni 2009 12:07 WIB Ekonomi Share :

Akan rombak manajemen, pemerintah panggil Indosat

Jakarta–Kementerian Negara BUMN akan memanggil jajaran direksi PT Indosat Tbk (Indosat) dan Qatar Telecom (Qtel) sebagai pemegang saham mayoritas menjelang rapat umum pemegang saham (RUPS). “Kami akan memanggil mereka (pemegang saham Indosat–red) sebelum pelaksanaan RUPS,” kata Deputi Menneg BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi (PISET) Sahala Lumban Gaol, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (4/6).

Menurut jadwal RUPS akan digelar pada Kamis (11/6) di Gedung Indosat, Medan Merdeka Barat.

Adapun salah satu agenda RUPS adalah pergantian manajemen terkait perubahan kepemilikan saham perusahaan itu.

Saat ini pemegang saham mayoritas Indosat adalah Qtel yang menguasai 49,1 persen, sedangkan Pemerintah Indonesia memiliki 14,9 persen.

Pemanggilan Qtel dan manajemen terkait dengan pergantian susunan direksi, pasca hengkangnya Singapore Technologies Telemedia (STT) dari Indosat.

“Ya… kita akan ngobrol dululah, sekaligus untuk mengetahui ada tidaknya perombakan direksi,” tegasnya.

Namun Sahala menolak anggapan sebagian kalangan bahwa Qtel jarang sowan ke Kementerian BUMN selaku pemegang saham Seri A di Indosat.

“Tidak harus datang lah, kan Qtar jauh jadi cukup telepon saja,” ujarnya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…