Rabu, 3 Juni 2009 18:53 WIB Klaten Share :

Program tak jelas, siswa SMPN 1 gelar demo

Klaten (Espos)–Sekitar 150-an siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Jatinom, Rabu (3/6) pagi melakukan aksi unjuk rasa di kompleks sekolah setempat menuntut kejelasan program aplikasi internet yang sudah dirintis sejak tahun 2007.

Para siswa meminta pengembalian dana iuran perintisan program internet kepada pihak sekolah lantaran ketidakjelasan pemanfaatan instalasi internet seperti untuk praktik, pelatihan atau materi tambahan lain kepada seluruh siswa. Pengunjuk rasa mengancam akan keluar dari SMPN 1 Jatinom bila tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Koordinator aksi siswa, Drs Asmuri yang merupakan guru mata pelajaran (Mapel) biologi di sekolah bersangkutan mengungkapkan, total dana yang berhasil dikumpulkan sekolah dari para siswa kelas I, II dan III mencapai Rp 45 juta.

“Masa para siswa sudah membayar iuran untuk realisasi program internet ini tapi tidak ada pelatihan sama sekali yang dilakukan. Hal ini patut dipertanyakan guna transparansi sekolah,” tegasnya saat ditemui Espos.

Dia menjelaskan, besaran iuran program pengembangan internet sekolah yang merupakan salah satu materi kurikulum Teknik Informasi dan Komunikasi (TIK) sekolah standar nasional (SSN) yakni Rp 2.500 per bulan per siswa. Setelah dilakukan dialog antara pihak sekolah dengan Drs Asmuri yang mewakili siswa disekapati, akan dilakukan pengembalian dana untuk siswa kelas III tahun ajaran (TA) 2009-2010 sebanyak separuh dari total dana yang telah masuk kepada pengelola program.

Selanjutnya, terang Asmuri, separuh dana kelas III yang telah masuk kepada pengelola digunakan atau disumbangkan untuk pembangunan sekolah.

Sementara bagi siswa kelas I dan II tidak akan dipungut biaya untuk melakukan praktik internet selama masa satu tahun ke depan.

“Berita acara kesepakatan penyelesaian sengketa sudah ditandatangani oleh kami dan pihak sekolah, juga beberapa saksi. Selanjutnya saya meminta tidak ada lagi perlakukan khusus yang menyudutkan oleh para guru terhadap para siswa dan guru pelaku unjuk rasa. Bila hal tersebut terjadi, aksi akan kami lakukan lagi,” tegasnya.

Pada bagian lain, Kepala SMPN 1 Jatinom, Drs Kasman meminta seluruh pihak melaksanakan kesepakatan yang telah dibuat. Dia juga mengungkapkan bahwa program koneksi internet SMPN 1 Jatinom merupakan program kepala sekolah (Kasek) sebelumnya, Hj Sutanti yang sudah meninggal beberapa waktu lalu.

Diakuinya, tersendatnya penggunakan koneksi internet lantaran kendala teknis seperti keterbatasan dana untuk operasional. Untuk itu, program koneksi internet tersebut menurutnya masih berorientasi pada persiapan yang berkesinambungan.

Kasman melanjutkan, pihak sekolah sudah menjadwalkan pelatihan internet bagi siswa kelas VII dan VIII pada Senin (15/6) hingga Jumat (19/6) mendatang.

kur

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Makin Banyak Mahasiswa Asing Kuliah di UMY

Dalam lingkungan akademik, sebanyak 31 universitas di Asia termasuk dalam 100 besar universitas terbaik dunia Solopos.com, BANTUL-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menerima 79 mahasiswa asing dari 14 negara di tahun akademik 2017/2018. Jumlah itu lebih banyak dar tahun sebelumnya. Tercatat…