Rabu, 3 Juni 2009 13:27 WIB News Share :

JK keberatan Prita ditahan

Jakarta–Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), keberatan terhadap penahanan Prita. Menurutnya, penahanan Prita merupakan bentuk ketidakadilan.

“Entar kita selesaikan dengan Polisi itu tidak adil. Seharusnya diperiksa dulu, harus tahu masalahnya jangan langsung ditahan,” ujar JK di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (3/6).

JK pun mempertanyakan, mengapa Prita yang tengah menyusui bayinya ditahan oleh Polisi. Selain itu, JK juga keberatan alasan penahanan yang dilakukan oleh polisi.

“Masak hanya nulis email saja dilarang,” kritik calon presiden ini.

Ketua umum Partai Golkar ini menambahkan dirinya akan menghubungi petinggi kepolisian, terkait kasus ini. Menurutnya, apabila kasus ini tidak benar maka dirinya akan mendesak agar Prita dibebaskan.

“Ya, kalau kasusnya tidak benar, ini perintah,” tegasnya.

Prita ditahan karena dituduh melakukan pencemaran nama baik terhadap RS Omni lewat internet. Kasus yang menimpa Prita ini berawal dari email yang dia kirim kepada teman-temannya seputar keluhannya terhadap RS Omni. Email tersebut kemudian menyebar ke publik lewat milis-milis.

Dalam emailnya, Prita merasa dibohongi oleh diagnosa dokter ketika dirawat di RS tersebut pada Agustus 2008. Dokter semula memvonis Prita menderita demam berdarah, namun kemudian menyatakan dia terkena virus udara. Tak hanya itu, dokter memberikan berbagai macam suntikan dengan dosis tinggi, sehingga Prita mengalami sesak nafas.

Saat hendak pindah ke RS lainnya, Prita mengajukan komplain karena kesulitan mendapatkan hasil laboratorium medis. Namun, keluhannya kepada RS Omni itu tidak pernah ditanggapi, sehingga dia mengungkapkan kronologi peristiwa yang menimpanya kepada teman-temannya melalui email dan berharap agar hanya dia saja yang mengalami hal serupa.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…