Rabu, 3 Juni 2009 10:19 WIB News Share :

Jenazah Asuki yang meninggal di Malaysia dimakamkan

Sampang–Jenazah, A Suki Bin Naru (Suki), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Cangak, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Sampang, Madura, Jawa Timur, yang meninggal dalam kecelakaan kerja di Malaysia, dimakamkan di pemakamam umum desa setempat, Rabu dini hari.

Jenazah Suki tiba di rumah duka, Selasa (2/6) malam pukul 23.25 WIB, diantar mobil ambulans bernomor polisi L 9003 KP dari Surabaya, rombongan pihak keluarga dan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Pemkab Sampang.

Kedatangan jenazah Suki tersebut disambut tangis haru pihak keluarga dan kerabat dekat korban. Bahkan saudaranya, Mahruni, pingsan, begitu melihat peti jenazah Suki digotong ke musala, guna dilakukan salat jenazah.

Menurut Kasi Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja, Disosnakertrans, Pemkab Sampang, Teguh Waluyo, sebenarnya kedatangan jenazah Suki tersebut lambat. Sebab jadwal semua, tiba di bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 18.10 WIB, tapi malah sampai pukul 19.00 WIB.

“Soalnya pesawat masih transit ke Jakarta, baru ke bandara Juanda,” katanya menjelaskan.

Setelah dilakukan salat jenazah, korban Suki langsung dikebumikan di pemakaman umum desa setempat yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban.

Suki meninggalkan seorang anak bernama Sinta (14) yang kini masih duduk di bangku SMP kelas II.

Sementara jenazah TKI, Abdul Hadi yang juga dijadwal tiba Selasa malam ke rumah duka, hingga pukul 01.00 Rabu (3/6) dini hari, masih memasuki wilayah Kabupaten Bangkalan. Jenazah Hadi baru tiba di rumah duka pada pukul 03.30 WIB.

Keluarga kedua korban meninggal dunia dalam peristiwa runtuhnya bekas gedung supermarket di Malaysia ini mendapat santunan masing-masing sebesar Rp15 juta. Yakni Rp10 juta dari atase kerajaan Malaysia, sedang Rp5 juta dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemprov Jawa Timur.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…