Rabu, 3 Juni 2009 15:56 WIB Sukoharjo Share :

Elemen masyarakat desak KPU dan DPRD gelar debat Capres serentak

Sukoharjo (Espos)--Belasan orang yang tergabung dalam Gerakan Kelompok Altenatif Peduli Hukum dan Pembangunan (GKAPHP Patria), Rabu (3/6), mendatangi Kantor KPU Sukoharjo dan DPRD Sukoharjo. Mereka mendesak kedua lembaga ini memfasilitasi tuntutan mereka kepada KPU dan Pemerintah Pusat untuk penyelenggaraan Debat Capres-Cawapres secara serentak.

“Selama ini, debat pasangan Capres-Cawapres hanya disiarkan sepotong-potong oleh sebagian stasiun televisi. Padahal untuk memilih pemimpin berkualitas, masyarakat perlu mendapat informasi lengkap mengenai kualitas Capres-Cawapres yang maju,” terang Ketua GKAPHP Patria, Sumarsoni saat ditemui wartawan seusai pertemuan dengan KPU.

Untuk itu, lanjut Sumarsoni, pihaknya mendesak KPU dan pemerintah Pusat untuk memfasilitasi pelaksanaan debat pasangan Capres-Cawapres yang disiarkan secara serentak oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Setelah sempat berorasi di halaman Kantor KPU Sukoharjo, perwakilan GKAPHP akhirnya melakukan pertemuan dengan anggota KPU Sukoharjo. dalam pertemuan itu, Ketua KPU Sukoharjo, Khomsun Nur Arif berjanji akan segera memfasilitasi keinginan GKAPHP dengan mengirimkan surat tuntutan pelaksanaan debat tersebut kepada KPU Pusat dan KPU Provinsi.

“Dalam waktu satu atau dua hari, surat ini akan kami sampaikan ke KPU Pusat,” ujar Khomsun.

Dukungan serupa juga disampaikan Ketua DPRD Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, kemarin, seusai kunjungan perwakilan GKAPHP di Gedung DPRD Sukoharjo.”Selama niatnya baik, tentu kami dukung. Untuk itu, kami sudah siapkan surat dukungan,” jawabnya singkat.

Selain menyampaikan tuntutan mengenai debat terbuka pasangan Capres, aksi GKAPHP, kemarin, ternyata juga memunculkan isu lain terkait keanggotaan KPU Sukoharjo.

Dalam orasinya, Sumarsoni sempat melontarkan desakan mengenai pengunduran diri Khomsun selaku Ketua KPU, lantaran Khomsun diketahui telah diterima sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Sayang, saat dimintai keterangan lebih jauh mengenai persoalan itu, Sumarsoni masih enggan berkomentar.

“Itu hal yang berbeda, tujuan utama kami datang kemari bukan soal posisi ketua KPU,” dalih Sumarsoni.

Sementara itu, saat diminta komentar mengenai desakan pengunduran dirinya, Khomsun enggan memberi pernyataan.

ewy

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…